Fikes.umsida.ac.id – Masa bayi di bawah usia satu tahun dikenal sebagai golden period, yakni fase krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan.
Pada periode ini, kualitas tidur memegang peranan penting karena saat bayi tidur.
Sehingga hormon pertumbuhan diproduksi dalam jumlah yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat terjaga.
Baca Juga: FKG Umsida Bawa Layanan Kesehatan Gigi Anak Lebih Dekat dengan Dental Clinic Mobile
Namun, tidak sedikit bayi yang mengalami gangguan tidur, seperti sering terbangun, rewel, atau sulit tidur nyenyak.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, tidur yang tidak berkualitas dapat berdampak pada kondisi fisik dan psikologis bayi.
Bayi menjadi mudah cengeng, kurang fokus, dan daya tahan tubuh pun menurun akibat berkurangnya produksi sel darah putih.
Karena itu, diperlukan stimulasi yang aman dan alami untuk membantu bayi mendapatkan tidur yang lebih optimal, salah satunya melalui pijat bayi.
Pijat Bayi sebagai Terapi Alami Pendukung Tidur Nyenyak

Pijat bayi termasuk terapi nonfarmakologis yang terbukti memberi manfaat besar bagi kualitas tidur.
Sentuhan lembut selama pijat membantu merilekskan otot-otot bayi sehingga tubuh menjadi lebih nyaman dan siap untuk beristirahat.
Meski dilakukan dalam durasi singkat, sekitar 10–15 menit, pijat bayi mampu memberikan efek menenangkan yang signifikan.
Menurut Kementerian Kesehatan, “sentuhan pada kulit bayi saat pijat dapat merangsang pelepasan hormon serotonin yang berperan penting dalam proses tidur.”
Hormon ini membantu menekan aktivitas otak yang berlebihan sehingga bayi lebih mudah terlelap.
Selain itu, pijat yang dilakukan pada malam hari juga mendukung peningkatan hormon melatonin, hormon alami yang mengatur siklus tidur, terutama saat tidak ada paparan cahaya.
Dampak Pijat Bayi terhadap Perkembangan Otak dan Emosi
Manfaat pijat bayi tidak hanya terbatas pada kualitas tidur, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan otak dan emosi.
Saat bayi tidur pulas, otak terus membentuk koneksi antarsel saraf (sinapsis) yang penting untuk kemampuan belajar, konsentrasi dan pengendalian emosi di masa depan.
Lihat Selengkapnya: 8 Tips Praktis untuk Menyusui dengan Benar: Rahasia Kesuksesan ASI Eksklusif
Dalam kajian yang dirujuk Kementerian Kesehatan disebutkan bahwa “pijat bayi mampu menurunkan hormon kortisol dan meningkatkan hormon oksitosin, sehingga bayi merasa lebih tenang, tidak stres dan tidur lebih berkualitas.”
Bahkan, penelitian menunjukkan pijat pada bayi usia 3–6 bulan dapat meningkatkan kualitas tidur hingga sekitar 70 persen.
Dengan teknik yang tepat dan dilakukan secara rutin, pijat bayi menjadi bentuk perawatan sederhana namun berdampak besar.
Tidur yang nyenyak bukan hanya membuat bayi lebih tenang, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang yang sehat dan optimal sesuai tahap usianya.
Sumber: Laman Kemenkes RI
Penulis: Elfira Armilia.























