Bolehkah Keseleo Dipijat? Ini Penjelasan Medis yang Perlu Diketahui

Fikes.umsida.ac.id – Keseleo sering menjadi cedera yang dialami banyak orang, terutama setelah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik berlebihan.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan nyeri, bengkak, dan kemerahan pada bagian tubuh tertentu seperti pergelangan kaki, pergelangan tangan, atau jari.

Di Indonesia, banyak orang memilih pergi ke tukang pijat atau tukang urut ketika mengalami keseleo. Namun, apakah cara tersebut benar dan aman dilakukan?

Baca Juga: Keunggulan Teknik R.I.C.E dalam Pemulihan Cedera Otot Atlet yang Efektif

Mengutip laman Halodoc, keseleo atau sprain merupakan cedera pada ligamen, yaitu jaringan yang menghubungkan tulang satu dengan lainnya.

Cedera ini biasanya terjadi karena gerakan memutar secara tiba-tiba atau tekanan berlebihan pada sendi. “Keseleo terjadi ketika ligamen yang menopang sendi meregang atau bahkan robek akibat gerakan yang tidak normal,” tulis Halodoc dalam penjelasan keseleo.

Mengapa Keseleo Tidak Selalu Boleh Dipijat
Sumber: Pexels

Banyak orang merasa nyeri berkurang setelah bagian yang keseleo dipijat. Namun, hal tersebut sebenarnya tidak selalu berarti cedera sudah membaik.

Ketika bagian tubuh yang keseleo dipijat, tubuh dapat melepaskan zat alami yang memberikan efek seperti anestesi lokal. Zat tersebut membuat rasa nyeri berkurang sementara sehingga pijatan terasa lebih nyaman dilakukan.

Padahal, kondisi tersebut justru bisa berbahaya jika dilakukan terlalu dini. Jika ligamen atau jaringan di sekitar sendi masih mengalami peradangan atau robekan, tekanan dari pijatan dapat memperparah kerusakan jaringan.

Halodoc menjelaskan bahwa pada fase awal cedera, jaringan yang mengalami keseleo masih sangat sensitif terhadap tekanan. “Memijat area yang mengalami keseleo terlalu cepat dapat memperparah peradangan dan memperlambat proses penyembuhan,” tulis Halodoc.

Karena itu, penanganan keseleo tidak boleh dilakukan secara sembarangan tanpa mengetahui tingkat keparahan cedera yang terjadi.

Lihat Juga: Peran Fisioterapi Umsida di FK Umsida Run 2026: Bantu Pemulihan dan Cegah Cedera Pelari

Pertolongan Pertama Saat Mengalami Keseleo

Penanganan awal keseleo sebenarnya cukup sederhana dan dapat dilakukan di rumah. Metode yang paling umum digunakan adalah prinsip RICE yaitu Rest, Ice, Compression, dan Elevation.

Pertama, istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera agar tidak terjadi tekanan tambahan pada ligamen. Kedua, kompres dengan es untuk membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri.

Selanjutnya, balut area yang cedera menggunakan perban elastis untuk mengurangi pembengkakan. Terakhir, posisikan bagian tubuh yang keseleo lebih tinggi dari jantung agar aliran darah dapat membantu mengurangi peradangan.

“Penanganan awal keseleo dapat dilakukan dengan mengistirahatkan sendi, mengompres dengan es, membalut dengan perban elastis, serta mengangkat posisi kaki lebih tinggi,” tulis Halodoc.

Cek Selengkapnya: Fisioterapi Lebih Akurat, Solusi Cerdas untuk Mahasiswa dan Praktisi

Kapan Keseleo Perlu Diperiksakan ke Dokter
Sumber: Pexels

Tidak semua keseleo dapat sembuh hanya dengan perawatan mandiri. Jika nyeri tidak berkurang setelah beberapa hari, pembengkakan semakin besar, atau sendi sulit digerakkan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah hanya terjadi peregangan ligamen atau terdapat cedera lain seperti robekan jaringan bahkan patah tulang.

Dengan penanganan yang tepat, keseleo umumnya dapat pulih dalam beberapa hari hingga beberapa minggu tergantung tingkat keparahan cedera. Oleh karena itu, penting untuk tidak terburu-buru memijat bagian yang cedera tanpa mengetahui kondisi sebenarnya.

Sumber: Laman Halodoc

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By
Dosen Umsida Lakukan Edukasi Kesehatan Mental Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
April 16, 2026By
PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan
February 7, 2026By
PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan
February 6, 2026By
Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
February 3, 2026By
FIKES Umsida Perkuat Kesiapan Mahasiswa lewat Program Pre Klinik S1 Fisioterapi
January 30, 2026By

Prestasi

kupang
Inovasi Limbah Cangkang Kupang Antar Tim TLM Umsida Lolos PKM-AI 2026
June 3, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Nasional Choir Mars Muhammadiyah-‘Aisyiyah
May 20, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Sabet Perak Kategori Kata di Piala Rektor UMM 2026
May 8, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Kumite U21 di Kejuaraan Karate Nasional 2026
May 7, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di Piala Rektor UMM 2026
May 6, 2026By
Mahasiswa D4 MIK Umsida Raih Terbaik Pemberdayaan Masyarakat di PILMAPRES PTMA 2026
April 23, 2026By
Keren! Tim D4 MIK Umsida Sabet Juara 1 Nasional di IMRC 2026
April 22, 2026By
Bangga! Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara di Physiofest Nasional 2026
April 8, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By