Fikes.umsida.ac.id – Akupuntur semakin dikenal sebagai terapi pendamping yang aman bagi ibu hamil.
Metode pengobatan tradisional Tiongkok ini dilakukan dengan menusukkan jarum tipis pada titik-titik tertentu di tubuh untuk merangsang keseimbangan energi dan fungsi organ.
Menurut laman Alodokter, akupuntur telah digunakan secara luas untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan, termasuk yang sering dialami selama kehamilan.
dr Kevin Adrian menyebutkan bahwa akupuntur dapat menjadi pilihan terapi non-obat selama kehamilan, asalkan dilakukan oleh tenaga profesional dan sesuai indikasi medis.
“Akupuntur relatif aman dilakukan selama kehamilan dan dapat membantu meredakan beberapa keluhan umum ibu hamil,” jelasnya, seperti dikutip dari Alodokter.
Baca Juga: 3 Mahasiswa Fikes Umsida Raih Juara 1 Poster PKM-RE dalam Ajang Pimtanas 2025
Meredakan Keluhan Kehamilan Tanpa Obat

Salah satu manfaat akupuntur yang paling dirasakan ibu hamil adalah membantu mengurangi mual dan muntah, terutama pada trimester pertama.
Kondisi morning sickness sering kali mengganggu aktivitas harian, dan tidak semua ibu hamil ingin mengonsumsi obat.
Selain itu, akupuntur juga bermanfaat untuk mengurangi nyeri panggul dan nyeri punggung yang umum terjadi seiring bertambahnya usia kehamilan.
Dengan membuat otot di sekitar panggul lebih rileks, rasa tidak nyaman dapat berkurang secara bertahap.
Menurut dr Kevin Adrian, “Akupuntur dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan rasa nyaman pada ibu hamil, terutama yang mengalami nyeri punggung atau panggul.”
Cek Selengkapnya: Kolaborasi Umsida dan ‘Aisyiyah Krembung Hadirkan Edukasi dan Layanan Kesehatan Warga
Meski demikian, ia tetap menyarankan agar terapi ini dijadikan pendamping, bukan pengganti perawatan medis utama.
Dukungan Kesehatan Mental dan Persiapan Persalinan

Tidak hanya berpengaruh pada kondisi fisik, akupuntur juga dinilai mampu membantu memperbaiki kualitas tidur dan meredakan stres selama kehamilan.
Ibu hamil yang mengalami gangguan tidur, terutama pada trimester akhir, dapat merasakan manfaat berupa tidur yang lebih nyenyak.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa akupuntur dapat membantu mengurangi gejala depresi ringan pada ibu hamil.
Cek Juga: Spotting pada KB Suntik: Apa Dampaknya terhadap Penggunaan Jangka Panjang?
Namun, dr Kevin Adrian menegaskan bahwa “Akupuntur tidak bisa dijadikan terapi utama untuk depresi. Jika ibu hamil mengalami gejala depresi, tetap diperlukan penanganan medis dan psikologis yang tepat.”
Menariknya, akupuntur juga diketahui dapat membantu mengurangi rasa nyeri saat persalinan dan masa pemulihan setelah melahirkan, termasuk pasca operasi caesar.
Meski memiliki banyak manfaat, ibu hamil tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani akupuntur dan memastikan terapi dilakukan oleh praktisi bersertifikat agar aman bagi ibu dan janin.
Sumber: Alodokter
Penulis: Elfira Armilia























