Fikes.umsida.ac.id – Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar seminar ilmiah.
SINEMSI bertajuk Perkembangan Terbaru dalam Diagnosis Infeksi Virus Global: Implikasi Biologi Molekuler.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Kuliah Praktisi D4 TLM FIKES Umsida Kupas Peran Biologi Molekuler dalam Pemeriksaan Rumah Sakit
Menjadi wadah akademik untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap perkembangan diagnosis infeksi virus berbasis biologi molekuler.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman.
Reny Pratiwi SSi MSi PhD dosen Teknologi Laboratorium Medis Universitas Setia Budi.
Serta Dr Miftahul Mushlih SSi MSc dosen Prodi D4 TLM Umsida.
Keduanya mengulas bagaimana teknologi molekuler menjadi fondasi penting dalam sistem diagnosis penyakit infeksi modern.
Sambutan Dekan FIKES: Mahasiswa Harus Adaptif dan Visioner

Dekan FIKES Umsida, Evi Rinata SST MKeb, dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari upaya fakultas menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap tantangan kesehatan global.
“Perkembangan diagnosis berbasis biologi molekuler menuntut tenaga kesehatan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga mampu berpikir kritis dan memahami konteks global. Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa TLM semakin siap menghadapi dinamika dunia laboratorium medis,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa FIKES Umsida terus mendorong kegiatan ilmiah yang relevan dengan kebutuhan layanan kesehatan masa kini, sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa sejak di bangku kuliah.
Cek Selengkapnya: Olah Limbah Cangkang Kupang, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 PKP2 PTMA 2025
Pemateri Kupas Peran Strategis Biologi Molekuler dalam Diagnosis Virus

Dalam sesi pemaparan, Reny Pratiwi SSi MSi PhD menjelaskan bahwa diagnosis infeksi virus saat ini tidak lagi cukup mengandalkan pemeriksaan konvensional.
“Biologi molekuler memungkinkan kita mendeteksi virus secara lebih spesifik dan cepat. Ini sangat penting dalam penanganan penyakit infeksi global yang terus berkembang,” jelasnya.
Sementara itu, Dr Miftahul Mushlih, SSi MSc menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi laboratorium medis.
“Mahasiswa harus memahami konsep dasar biologi molekuler dengan kuat. Dari sanalah kemampuan mengoperasikan alat, membaca hasil pemeriksaan, hingga mengembangkan kompetensi lanjutan bisa dibangun,” tuturnya.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa TLM FIKES Umsida tentang peran strategis analis laboratorium medis dalam mendukung sistem diagnosis dan pelayanan kesehatan berbasis sains modern.























