Fikes.umsida.ac.id – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyelenggarakan Ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bagi mahasiswa S1 Kebidanan semester 8.
Ujian ini dilaksanakan di Laboratorium OSCE Center Gedung Fakultas Kedokteran (28/02/26).
Sebagai bagian dari evaluasi keterampilan klinis mahasiswa secara objektif, sistematis dan sesuai standar pendidikan kebidanan.
OSCE merupakan metode penilaian berbasis simulasi klinis yang dirancang untuk menguji keterampilan mahasiswa melalui serangkaian stase dengan skenario kasus berbeda.
Baca Juga: Buat Mannequin Acupressure Point with LED Indicator, Laboran Kebidanan Umsida Lolos Kilab 2024
Setiap mahasiswa diuji pada kondisi klinis yang menyerupai praktik nyata.
Sehingga mahasiswa mampu menggambarkan kesiapan sebelum terjun ke lapangan pelayanan kesehatan.
Alur Stase OSCE Kebidanan: Dari Deteksi Dini hingga Keluarga Berencana

Pada pelaksanaan OSCE ini, sebanyak 33 mahasiswa dibagi menjadi tiga sesi ujian, dengan masing-masing sesi diikuti oleh 11 mahasiswa. Setiap peserta harus melewati total 11 stase yang telah disusun secara berurutan.
Stase 1 menguji kemampuan mahasiswa dalam masa antara dan deteksi dini.
dilanjutkan Stase 2 tentang kehamilan normal dan Stase 3 mengenai kehamilan gawat.
Stase 4 digunakan sebagai waktu istirahat, sebelum mahasiswa melanjutkan.
Lihat Juga: Umsida Jadi Tuan Rumah Simulasi OSCE 2025 Bukti Fikes Kian Dikenal di Jawa Timur
ke Stase 5 yaitu persalinan normal, serta Stase 6 tentang persalinan gawat.
Setelah itu, Stase 7 kembali menjadi stase istirahat.
lalu Stase 8 menguji kompetensi nifas normal.
Stase 9 terkait bayi normal.
Pada Stase 10, mahasiswa diuji pada pelayanan keluarga berencana,
sebelum akhirnya memasuki Stase 11 sebagai istirahat akhir.
Di setiap stase tindakan, mahasiswa wajib menunjukkan empat aspek utama, yaitu kemampuan anamnesis, pemberian KIE, pelaksanaan tindakan klinis sesuai prosedur, serta sikap profesional yang mencerminkan etika dan keselamatan pasien.
OSCE sebagai Pengalaman Belajar dan Evaluasi Kompetensi Mahasiswa

Setiap stase memiliki alokasi waktu sepuluh menit, terdiri dari satu menit membaca soal, delapan menit pelaksanaan tindakan dan satu menit perpindahan stase.
Seluruh proses penilaian dilakukan menggunakan rubrik objektif yang telah disepakati oleh tim dosen penguji.
Cek Selengkapnya: Evaluasi OSCE Jadi Langkah Nyata Fikes Umsida dalam Menjamin Mutu Lulusan Kebidanan
Sebagai penguji, Evi Rinata SST MKeb menegaskan bahwa OSCE bukan sekadar ujian akhir, melainkan pengalaman penting bagi mahasiswa kebidanan.
“Harapannya, mahasiswa memiliki pengalaman mengikuti OSCE untuk memahami skenario kasus, mengaplikasikan ilmu dan kompetensi yang telah didapatkan, serta siap menghadapi praktik klinis yang sesungguhnya hingga dinyatakan lulus,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan OSCE yang terstruktur ini, FIKES Umsida terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan kebidanan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.
Penulis: Elfira Armilia.























