Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi, Ini Tantangan Nyata di Indonesia

Fikes.umsida.ac.id – Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang belum sepenuhnya teratasi. Di tengah berbagai upaya peningkatan layanan kesehatan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa keselamatan ibu dan bayi masih menghadapi banyak tantangan.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh mahasiswa kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama dosen Hesty Widowati, SKeb Bd MKeb, angka kematian ibu dan bayi masih cukup tinggi. Data menunjukkan bahwa AKI mencapai 4,6 persen dan AKB sebesar 13,49 persen per 1.000 kelahiran . Angka ini menjadi pengingat bahwa upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan harus terus diperkuat.

Banyak Faktor Picu Tingginya Angka Kematian

Tingginya angka kematian ibu dan bayi tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai faktor yang memengaruhinya, mulai dari kurangnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, keterlambatan penanganan saat persalinan, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan di beberapa wilayah.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa deteksi dini menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah risiko komplikasi. Namun, masih banyak ibu hamil yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan rutin selama masa kehamilan.

Selain itu, faktor gizi, kondisi kesehatan ibu, serta kurangnya pendampingan tenaga kesehatan juga turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan ini tidak hanya bersifat medis, tetapi juga sosial dan edukatif.

Pentingnya Peran Tenaga Kesehatan dan Pendampingan

Tenaga kesehatan, khususnya bidan, memiliki peran penting dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Mereka tidak hanya bertugas membantu proses persalinan, tetapi juga memberikan pendampingan sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan.

Pendampingan yang berkelanjutan memungkinkan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi ibu dan janin secara lebih optimal. Dengan begitu, potensi komplikasi dapat dideteksi lebih awal dan ditangani dengan tepat.

Riset tersebut juga menunjukkan bahwa asuhan kebidanan yang dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan mampu memberikan hasil yang lebih baik, baik bagi ibu maupun bayi.

Upaya Berkelanjutan Jadi Kunci Perubahan

Untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, diperlukan upaya yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak. Pemeriksaan kehamilan secara rutin, kehadiran tenaga kesehatan terampil saat persalinan, serta pemenuhan gizi yang baik menjadi langkah dasar yang tidak boleh diabaikan.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga perlu ditingkatkan agar ibu hamil lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan. Peran keluarga juga sangat dibutuhkan untuk memberikan dukungan emosional dan membantu ibu menjalani masa kehamilan dengan lebih aman.

Pada akhirnya, menurunkan angka kematian ibu dan bayi bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, harapan untuk menciptakan generasi yang sehat sejak awal kehidupan bukanlah hal yang mustahil.

Berita Terkini

OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By
Dosen Umsida Lakukan Edukasi Kesehatan Mental Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
April 16, 2026By
PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan
February 7, 2026By
PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan
February 6, 2026By
Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
February 3, 2026By
FIKES Umsida Perkuat Kesiapan Mahasiswa lewat Program Pre Klinik S1 Fisioterapi
January 30, 2026By
Peran Strategis Mahasiswa D4 MIK Umsida dalam IPE Berbasis Kasus Klinis
January 29, 2026By
Ujian OSCE Kebidanan FIKES Umsida Jadi Bekal Mahasiswa Menuju Praktik Nyata
January 28, 2026By

Prestasi

Bangga! Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara di Physiofest Nasional 2026
April 8, 2026By
Batu Karate Challenge Jadi Ajang Pembuktian Atlet Muda Umsida Raih Juara 3
January 7, 2026By
Perjuangan Hingga Final, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Batu Karate Challenge
January 5, 2026By
Rafi Bagus Pradenta Ukir Juara 1 Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3 Lewat Usaha dan Doa
January 3, 2026By
Debut Perdana di UPSCC 2025, Ria A. Arif Persembahkan Medali Perak untuk Umsida
January 2, 2026By
Konsistensi yang Berbuah Prestasi, Meiska Putri Yandri Raih Lulusan Terbaik MIK Umsida
January 1, 2026By
Di Tengah Peran Ganda, Yuyun Rahma Putri Raih Lulusan Terbaik FIKES Umsida
December 31, 2025By
Kisah Perjalanan Maura Aulia Ismail Menjadi Lulusan Terbaik MIK Umsida
December 27, 2025By

Opini

Bolehkah Ibu Hamil Muda Minum Air Kelapa? Ini Manfaat dan Aturannya
April 11, 2026By
Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini Manfaat Asam Folat untuk Janin
March 31, 2026By
Manfaat Jalan 7000 Langkah Sehari, Lebih Realistis dan Tetap Sehat
March 30, 2026By
Lutut Sakit Saat Ditekuk dan Diluruskan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
March 16, 2026By
Cara Menyembuhkan Lutut Sakit di Usia Muda, Jangan Dianggap Sepele
March 14, 2026By