Berbasis Riset, Posyandu Remaja Jadi Strategi Pencegahan Masalah Kesehatan Remaja

Fikes.umsida.ac.id – Masa remaja merupakan fase krusial yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis dan sosial yang kompleks.

Pada tahap ini, remaja rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, mulai dari anemia, gangguan gizi, hingga persoalan kesehatan reproduksi dan mental.

Posyandu Remaja menjadi salah satu strategi berbasis masyarakat yang relevan.

Baca Juga: Buat Mannequin Acupressure Point with LED Indicator, Laboran Kebidanan Umsida Lolos Kilab 2024

Dengan tujuan untuk memperkuat upaya pencegahan masalah kesehatan remaja di tingkat desa.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen Profesi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Fikes Umsida).

Yang beranggotakan Dr Nurul Azizah SKeb Bd MSc, Paramitha Amelia SST MKeb dan Rafhani Rosyidah SKeb Bd MSc.

Bersama Ratna Dwi Jayanti SKeb Bd MKeb dari Kebidanan Universitas Airlangga.

Melakukan optimalisasi Posyandu Remaja di Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa Posyandu Remaja dapat berfungsi sebagai sarana promotif dan preventif yang efektif apabila dikelola secara partisipatif dan berkelanjutan.

Posyandu Remaja sebagai Sarana Pencegahan Dini

Posyandu Remaja tidak hanya berperan sebagai tempat pemeriksaan kesehatan rutin, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan konseling bagi remaja.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan, layanan meliputi pemantauan status gizi, pemeriksaan kadar hemoglobin untuk mendeteksi anemia, serta edukasi kesehatan reproduksi.

Cek Juga: Nurul Azizah Dosen Kebidanan Umsida Torehkan Publikasi Scopus Terbaik Life Science

Pendekatan ini penting mengingat banyak masalah kesehatan remaja kerap luput dari perhatian akibat terbatasnya layanan kesehatan yang ramah remaja di tingkat desa.

Optimalisasi Posyandu Remaja yang dilakukan tim pengabdian menunjukkan bahwa kehadiran layanan kesehatan yang dekat dengan lingkungan sosial remaja mampu meningkatkan kesadaran dan kepedulian mereka terhadap kesehatan fisik maupun mental secara berkelanjutan.

Pemberdayaan Kader sebagai Penggerak Utama

Salah satu temuan penting dalam kegiatan ini adalah peran strategis kader kesehatan remaja. Pembentukan dan pelatihan kader memungkinkan Posyandu Remaja berjalan lebih aktif dan mandiri.

Kader tidak hanya menjalankan sistem lima meja, tetapi juga menjadi penghubung komunikasi kesehatan antara tenaga kesehatan dan remaja.

Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar kader mampu menggunakan peralatan medis, melakukan pencatatan kesehatan, serta memberikan konseling gizi dan kesehatan reproduksi dengan pendampingan.

Hal ini menegaskan bahwa pemberdayaan kader merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan layanan Posyandu Remaja.

Cek Selengkapnya: Mengungkap Kerentanan Ibu Primigravida terhadap Emesis Gravidarum, Tantangan Awal Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat
Sumber: dokumentasi riset

Keberhasilan optimalisasi Posyandu Remaja juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa.

Pendampingan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa tidak hanya meningkatkan kapasitas kader, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjalankan tridharma pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, Posyandu Remaja berkembang menjadi ruang pembelajaran sosial yang mendorong remaja untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan mereka sendiri, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Sumber: Riset Dr Nurul Azizah SKeb Bd MSc.

Penulis: Elfira Armilia

 

Berita Terkini

PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan
February 7, 2026By
PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan
February 6, 2026By
Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
February 3, 2026By
FIKES Umsida Perkuat Kesiapan Mahasiswa lewat Program Pre Klinik S1 Fisioterapi
January 30, 2026By
Peran Strategis Mahasiswa D4 MIK Umsida dalam IPE Berbasis Kasus Klinis
January 29, 2026By
Ujian OSCE Kebidanan FIKES Umsida Jadi Bekal Mahasiswa Menuju Praktik Nyata
January 28, 2026By
Seminar Biologi Molekuler FIKES Umsida Bahas Diagnosis Virus Global Terkini
January 21, 2026By
FIKES Umsida dan STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Kolaborasi Kembangkan Pembelajaran RPL
January 6, 2026By

Prestasi

Batu Karate Challenge Jadi Ajang Pembuktian Atlet Muda Umsida Raih Juara 3
January 7, 2026By
Perjuangan Hingga Final, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Batu Karate Challenge
January 5, 2026By
Rafi Bagus Pradenta Ukir Juara 1 Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3 Lewat Usaha dan Doa
January 3, 2026By
Debut Perdana di UPSCC 2025, Ria A. Arif Persembahkan Medali Perak untuk Umsida
January 2, 2026By
Konsistensi yang Berbuah Prestasi, Meiska Putri Yandri Raih Lulusan Terbaik MIK Umsida
January 1, 2026By
Di Tengah Peran Ganda, Yuyun Rahma Putri Raih Lulusan Terbaik FIKES Umsida
December 31, 2025By
Kisah Perjalanan Maura Aulia Ismail Menjadi Lulusan Terbaik MIK Umsida
December 27, 2025By
Prestasi Nasional, Mahasiswa TLM Umsida Sabet Juara 1 Poster PKM-RE PIMTANAS
December 24, 2025By

Opini

Bolehkah Keseleo Dipijat? Ini Penjelasan Medis yang Perlu Diketahui
March 7, 2026By
Puasa Bisa Memengaruhi Hasil Tes Laboratorium? Ini Penjelasan Dosen TLM Umsida
March 3, 2026By
Prospek Karier Teknologi Laboratorium Medis (TLM) dan Peluang Kerjanya di Dunia Kesehatan
February 28, 2026By
Kenali Penyebab Speech Delay Sejak Dini agar Anak Tumbuh Optimal
February 22, 2026By
KB Implan, Cara Praktis Menjaga Jarak Kehamilan Tetap Ideal
February 21, 2026By