Fikes.umsida.ac.id – Persalinan melalui sectio sesarea (SC) sering kali membawa tantangan tersendiri bagi ibu nifas, terutama dalam proses menyusui.
Rasa nyeri, kecemasan, serta keterbatasan mobilisasi menjadi faktor yang menghambat proses laktogenesis.
Dalam kondisi ini, intervensi non-farmakologis yang aman dan aplikatif menjadi kebutuhan mendesak.
Riset Dr Rafhani Rosyidah SKeb Bd MSc bersama Dr Nurul Azizah SKeb Bd MSc dosen Kebidanan Universitas Muhammadiyah (Umsida).
Membuktikan bahwa back massage menggunakan minyak esensial clary sage efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas pasca sectio sesarea.
Baca Juga: Riset Dosen Kebidanan Ungkap Dampak Psikologis Kehamilan Remaja di Lingkungan Sosial
Nyeri dan Stres sebagai Pemicu Hambatan Laktasi

Dalam jurnal disebutkan bahwa ibu pasca SC memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami hambatan menyusui dibanding persalinan normal.
Nyeri luka operasi, efek anestesi, serta stres akibat pemisahan dengan bayi menjadi faktor yang memperlambat pengeluaran ASI.
Secara fisiologis, stres meningkatkan hormon kortisol dan adrenalin yang dapat menghambat pelepasan oksitosin.
Cek Juga: Playground Bukan Tempat Bayi 1 Bulan, Ini Peringatan Pakar Umsida
Padahal oksitosin berperan penting dalam proses let-down reflex atau refleks pengeluaran ASI.
Tanpa stimulasi yang tepat, produksi ASI menjadi tidak optimal meskipun tubuh telah memproduksinya.
Back Massage dan Peran Oksitosin
Back massage yang dilakukan selama 10–15 menit sebanyak dua kali sehari selama tiga hari terbukti membantu merangsang hormon oksitosin melalui stimulasi sistem saraf aferen.
Sentuhan lembut pada punggung mengaktivasi serabut A-β dan serabut C yang berperan dalam pelepasan oksitosin dari hipofisis posterior.
Kelompok yang mendapat pijat dengan tambahan minyak esensial clary sage menunjukkan indikator kecukupan ASI lebih baik, dilihat dari peningkatan berat badan bayi, frekuensi buang air kecil dan frekuensi menyusu dibanding kelompok kontrol.
Clary Sage dan Efek Relaksasi Limbik
Keunggulan intervensi ini tidak hanya terletak pada pijatan, tetapi juga pada penggunaan minyak esensial clary sage.
Aroma clary sage yang dihirup melalui proses inhalasi memengaruhi sistem limbik di otak, pusat pengaturan emosi dan rasa nyeri.
Lihat Selengkapnya: Kombinasi Modisco dan Akupresur, Strategi Inovatif Fikes Umsida untuk Perbaikan Gizi Balita
Stimulasi sistem limbik membantu ibu menjadi lebih rileks, menurunkan kecemasan, dan memperlancar pelepasan serotonin.
Ketika tubuh dan pikiran berada dalam kondisi relaks, proses laktasi berlangsung lebih optimal.
Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan kebidanan tidak selalu harus berbasis obat. Sentuhan, relaksasi, dan dukungan emosional terbukti menjadi kunci dalam membantu ibu pasca SC memberikan ASI eksklusif secara optimal.
Sumber: Riset Dr Rafhani Rosyidah, S Keb Bd MSc & Tim
Penulis: Elfira Armilia























