Fikes.umsida.ac.id – Nyeri lutut saat ditekuk atau diluruskan sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari berjalan, naik tangga, hingga duduk terlalu lama. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk usia muda.
Mengutip laman Halodoc, nyeri lutut bisa disebabkan oleh berbagai kondisi seperti cedera, peradangan, hingga gangguan pada jaringan sendi. “Nyeri lutut dapat terjadi akibat gangguan pada ligamen, tendon, atau tulang rawan di sekitar sendi lutut,” tulis Halodoc.
Lihat Juga: Sering Cedera Otot? Ini Pemulihan Cepat dan Tepat dari Pakar Umsida
Penyebab Lutut Sakit yang Perlu Diketahui
Beberapa penyebab umum nyeri lutut antara lain cedera ligamen, tendinitis, bursitis, hingga kondisi seperti gout atau rheumatoid arthritis.
Aktivitas fisik berlebihan, seperti berlari atau melompat tanpa pemanasan yang cukup, juga dapat meningkatkan risiko nyeri lutut. Selain itu, berat badan berlebih dapat memberikan tekanan tambahan pada sendi sehingga memperparah kondisi.
“Aktivitas fisik berlebihan dan teknik olahraga yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko cedera lutut,” tulis Halodoc.
Baca Juga: Terlalu Banyak Minum Kopi Bisa Picu Osteoporosis, Berikut Penjelasannya!
Penanganan Nyeri Lutut

Untuk mengatasi nyeri lutut ringan hingga sedang, terdapat beberapa pilihan obat yang dapat digunakan. Obat pereda nyeri seperti paracetamol atau NSAID dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan.
Selain itu, penggunaan salep atau krim topikal juga dapat membantu meredakan nyeri secara lokal. Suplemen seperti glukosamin dan kondroitin juga sering digunakan untuk menjaga kesehatan sendi, meskipun efeknya tidak instan.
“Obat pereda nyeri dan antiinflamasi dapat membantu mengurangi nyeri lutut, namun penggunaannya perlu sesuai anjuran,” jelas Halodoc.
Cek Juga: Masih Anggap Fisioterapi Cuma Penghilang Nyeri? Ini Faktanya
Cara Mencegah Nyeri Lutut

Pencegahan menjadi langkah penting agar nyeri lutut tidak kambuh. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain melakukan pemanasan sebelum olahraga, menjaga berat badan ideal, serta rutin melakukan peregangan.
Selain itu, penting untuk tidak memaksakan aktivitas fisik jika tubuh sudah terasa lelah. Otot yang kuat dan fleksibel akan membantu menjaga stabilitas lutut dan mengurangi risiko cedera.
Dengan memahami penyebab dan cara penanganannya, nyeri lutut dapat diatasi dengan lebih tepat sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman.
Sumber: Laman Halodoc
Penulis: Elfira Armilia























