Fikes.umsida.ac.id – Infeksi luka merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi, terutama pada luka jahitan pasca tindakan medis seperti persalinan.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa nyeri, tetapi juga dapat memperlambat proses penyembuhan bahkan memicu komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Menariknya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tanaman herbal lokal seperti daun binahong memiliki potensi besar sebagai alternatif alami untuk membantu proses penyembuhan luka infeksi.
Riset dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Profesi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida).
Penelitian tersebut menyoroti bagaimana kandungan senyawa aktif dalam daun binahong dapat berperan dalam mempercepat proses penyembuhan luka yang mengalami infeksi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman herbal tidak hanya menjadi pengobatan tradisional.
Tetapi juga mulai dibuktikan secara ilmiah melalui berbagai studi kesehatan.
Infeksi Luka Jahitan dan Tantangannya dalam Dunia Kesehatan

Infeksi pada luka jahitan sering terjadi akibat masuknya bakteri ke area luka yang belum sepenuhnya sembuh.
Bakteri seperti Streptococcus pyogenes dan Staphylococcus aureus dapat menyebabkan peradangan yang ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, nyeri, hingga keluarnya cairan dari luka.
Dalam dunia kebidanan, infeksi pada luka jahitan setelah persalinan juga menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi kesehatan ibu pada masa nifas.
Baca Juga: Transformasi Keripik Pare Desa Jiken Dari Tradisional ke Modern
Bahkan secara global, infeksi postpartum masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu.
Penanganan infeksi biasanya dilakukan dengan terapi farmakologis seperti antibiotik dan antiseptik. Namun penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping maupun resistensi bakteri.
Oleh karena itu, para peneliti mulai mencari alternatif terapi lain yang lebih aman dan alami.
Salah satu tanaman yang banyak diteliti adalah daun binahong (Anredera cordifolia) yang dikenal luas dalam pengobatan tradisional sebagai tanaman penyembuh luka.
Kandungan Bioaktif Daun Binahong yang Mendukung Penyembuhan Luka
Daun binahong memiliki berbagai senyawa bioaktif yang berperan penting dalam proses penyembuhan luka.
Tanaman ini mengandung flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, minyak atsiri dan alkaloid yang memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan.
Baca Selengkapnya: Antibakteri Alami, Ekstrak Daun Kumis Kucing Terbukti Hambat Bakteri ISK
Flavonoid dalam daun binahong bekerja sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Senyawa ini juga mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.
Sementara itu, saponin memiliki sifat antiseptik yang dapat mencegah perkembangan mikroorganisme pada luka.
Tanin juga berperan penting dalam proses penyembuhan karena memiliki sifat astringen yang mampu membantu menghentikan keluarnya cairan dari luka serta mempercepat kontraksi jaringan.
Selain itu, kandungan vitamin C atau asam askorbat di dalam daun binahong membantu proses pembentukan kolagen yang sangat penting dalam regenerasi jaringan kulit.
Kombinasi berbagai senyawa tersebut membuat daun binahong memiliki potensi besar sebagai terapi alami untuk mempercepat proses penyembuhan luka.
Hasil Riset tentang Efektivitas Daun Binahong

Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Profesi Kebidanan FIKES Umsida menggunakan metode eksperimen untuk melihat pengaruh infusa daun binahong terhadap penyembuhan luka jahitan yang terinfeksi.
Dalam penelitian tersebut, luka infeksi pada hewan uji diobservasi menggunakan skala REEDA yang menilai tingkat kemerahan, pembengkakan, perdarahan, cairan luka, dan penyatuan jaringan.
Lihat Juga: Cookies Daun Kelor, Inovasi KKN-T 20 Umsida, Manfaat Ganda dan Cara Membuatnya
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam proses penyembuhan luka setelah pemberian infusa daun binahong. Kelompok yang diberikan infusa daun binahong dengan konsentrasi 5 persen menunjukkan hasil penyembuhan yang paling efektif dibandingkan kelompok lain.
Proses penyembuhan terlihat semakin membaik pada hari kelima hingga hari kedelapan pengamatan, yang menunjukkan bahwa daun binahong mampu mempercepat proses regenerasi jaringan sekaligus menekan perkembangan infeksi pada luka.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa tanaman herbal lokal dapat menjadi bagian dari solusi kesehatan yang berbasis ilmiah.
Dengan penelitian lebih lanjut, pemanfaatan daun binahong berpotensi dikembangkan sebagai terapi pendukung dalam perawatan luka, terutama pada bidang kesehatan ibu dan kebidanan.
Melalui riset ini, potensi tanaman herbal Indonesia kembali menunjukkan relevansinya dalam dunia kesehatan modern.
Tidak hanya sebagai warisan pengobatan tradisional, daun binahong kini mulai mendapatkan dukungan ilmiah sebagai alternatif alami dalam membantu penyembuhan luka infeksi.
Sumber: Riset mahasiswa Profesi Kebidanan Umsida
Penulis: Elfira Armilia























