Fikes.umsida.ac.id – Di era digital, penggunaan skincare di kalangan remaja semakin meningkat.
Namun, di balik tren tersebut, muncul fenomena baru yang sering tidak disadari, yakni over-skincare atau penggunaan produk perawatan kulit secara berlebihan yang justru berisiko memperparah kondisi kulit, termasuk jerawat.
Riset yang dilakukan oleh mahasiswa Profesi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama dosen mengungkap bahwa banyak remaja menggunakan berbagai produk tanpa memahami kebutuhan kulitnya secara tepat .
Terjebak Tren, Bukan Kebutuhan Kulit
Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja cenderung menggunakan skincare karena pengaruh lingkungan dan media sosial. Mereka mengikuti tren tanpa mengetahui kandungan atau fungsi produk yang digunakan.
“Remaja sering meniru apa yang mereka lihat di lingkungan maupun media sosial, sehingga penggunaan skincare tidak selalu sesuai dengan kebutuhan kulit,” ungkap peneliti.
Lihat Juga: Olahraga Teratur Terbukti Efektif Mengurangi Dismenorea pada Remaja Putri
Kondisi ini membuat banyak remaja menggunakan terlalu banyak produk dalam satu waktu. Alih-alih memperbaiki kondisi kulit, kebiasaan ini justru dapat memicu iritasi, ketidakseimbangan kulit, hingga memperparah jerawat.
Risiko Over-Skincare yang Sering Diabaikan

Over-skincare tidak hanya soal jumlah produk, tetapi juga frekuensi penggunaan yang berlebihan. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa membersihkan wajah terlalu sering justru dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan dehidrasi.
Kulit yang kehilangan kelembapan alami akan mengalami gangguan pada lapisan pelindungnya, sehingga lebih rentan terhadap peradangan dan munculnya jerawat.
“Membersihkan wajah secara berlebihan dapat memicu kulit kering dan memperparah kondisi jerawat,” jelas peneliti berdasarkan hasil riset.
Baca Juga: Cegah Pernikahan Dini Dimulai dari Rumah: Pentingnya Pendidikan Orang Tua
Hal ini menunjukkan bahwa perawatan kulit tidak selalu berarti semakin banyak semakin baik, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.
Pentingnya Perawatan yang Tepat dan Terarah
Fenomena over-skincare menjadi bukti bahwa edukasi mengenai perawatan kulit masih sangat diperlukan, terutama bagi remaja. Banyak yang belum memahami bahwa perawatan yang tepat justru lebih efektif dibandingkan penggunaan produk secara berlebihan.
Riset ini menekankan pentingnya pendekatan yang lebih bijak dalam merawat kulit, termasuk penggunaan produk yang sesuai, pola hidup sehat, serta konsultasi dengan tenaga medis jika diperlukan.
“Perawatan kulit yang efektif bukan tentang banyaknya produk, tetapi tentang kesesuaian dan konsistensi dalam penggunaannya,” tegas peneliti.
Cek Selengkapnya: Tingkatkan Pemahanan Kesehatan Kulit, Creative Comunnication Umsida Gelar Seminar Nasional Kecantikan
Dengan pemahaman yang lebih baik, remaja diharapkan dapat menghindari kesalahan dalam perawatan kulit dan tidak lagi terjebak pada tren semata. Sebab, kulit sehat bukan hasil dari banyaknya skincare, melainkan dari perawatan yang tepat dan terarah.
Sumber: Riset Mahasiswa Profesi Kebidanan Umsida
Penulis: Elfira Armilia























