Fikes.umsida.ac.id – Keguguran menjadi salah satu kekhawatiran terbesar bagi ibu hamil, terutama pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini terjadi ketika janin berhenti berkembang sebelum usia kehamilan 20 minggu.
Gejala yang muncul bisa berupa pendarahan, kram perut, nyeri punggung, hingga tubuh terasa lemas.
Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko keguguran adalah kurangnya asupan nutrisi penting selama kehamilan, termasuk asam folat. Nutrisi ini memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan janin sejak awal masa kehamilan.
Mengutip dari laman Halodoc, “asam folat adalah bentuk vitamin B9 yang penting untuk membantu pembentukan sel dan perkembangan janin selama kehamilan.” Kekurangan asam folat dapat berdampak pada gangguan perkembangan janin, bahkan meningkatkan risiko keguguran.
Baca Juga: Penularan HIV Semakin Meningkat, Ini Edukasi Penting Dosen FK Umsida
Peran Asam Folat dalam Mencegah Keguguran
Asam folat memiliki peran utama dalam pembentukan sistem saraf janin, yang dimulai sejak trimester pertama kehamilan. Pada fase ini, organ penting seperti otak dan sumsum tulang belakang mulai terbentuk, sehingga kebutuhan asam folat menjadi sangat penting.
Dengan asupan yang cukup, perkembangan janin dapat berjalan optimal dan risiko gangguan kehamilan, termasuk keguguran, dapat diminimalkan.
Halodoc menyebutkan bahwa “asupan asam folat yang cukup dapat membantu mengurangi risiko keguguran serta mencegah kelainan pada tabung saraf bayi.”
Karena itu, ibu hamil bahkan dianjurkan untuk mulai mengonsumsi asam folat sejak masa perencanaan kehamilan. Langkah ini membantu mempersiapkan kondisi rahim yang sehat serta meningkatkan peluang kehamilan yang optimal.
Cek Selengkapnya: Bahaya Kekurangan Protein Saat Hamil yang Bisa Menghambat Pertumbuhan Janin
Manfaat Lain Asam Folat bagi Ibu dan Janin

Selain mencegah keguguran, asam folat juga memiliki berbagai manfaat penting lainnya. Nutrisi ini berperan dalam mencegah cacat lahir seperti spina bifida, yaitu kondisi gangguan pada pembentukan tulang belakang bayi.
Asam folat juga membantu menurunkan risiko penyakit jantung bawaan pada janin serta mencegah bibir sumbing. Tidak hanya itu, nutrisi ini juga mendukung pembentukan sel darah merah yang penting untuk menjaga kesehatan ibu selama kehamilan.
“Asam folat membantu mendukung perkembangan organ janin serta mencegah berbagai risiko gangguan kehamilan,” tulis Halodoc.
Lihat Juga: Afirmasi Positif Bantu Cegah Preeklamsia pada Ibu Hamil
Pentingnya Konsumsi Sejak Sebelum Hamil

Kebutuhan asam folat tidak hanya penting saat hamil, tetapi juga sebelum kehamilan terjadi. Hal ini karena perkembangan awal janin terjadi sangat cepat, bahkan sebelum ibu menyadari bahwa dirinya sedang hamil.
Dengan memenuhi kebutuhan asam folat sejak dini, ibu dapat membantu memastikan pertumbuhan janin berjalan dengan baik sejak awal.
Untuk itu, penting bagi ibu hamil maupun yang sedang merencanakan kehamilan untuk memperhatikan asupan nutrisi, termasuk asam folat. Konsultasi dengan tenaga medis juga dianjurkan agar kebutuhan nutrisi terpenuhi secara optimal demi kesehatan ibu dan bayi.
Referensi: Research Gate. Diakses pada 2021. Folic acid supplements during pregnancy and risk of miscarriage.
Very Well Family. Diakses pada 2021. Low Folic Acid Levels and Miscarriage Risk.
What to Expect. Diakses pada 2021. Folic Acid During Pregnancy.
Sumber: Laman Halodoc
Penulis: Elfira Armilia























