Fikes.umsida.ac.id – Jerawat masih menjadi masalah kulit yang paling sering dialami remaja terutama wanita.
Meski berbagai produk skincare mudah ditemukan dan digunakan, kenyataannya banyak remaja yang tetap mengalami jerawat berkepanjangan.
Fenomena ini tidak lepas dari adanya kesenjangan antara perawatan dasar dan perawatan komprehensif yang belum dipahami secara utuh.
Riset yang dilakukan oleh mahasiswa Profesi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama dosen.
Mengungkapkan bahwa sebagian besar remaja sudah melakukan perawatan wajah, tetapi belum optimal dalam penerapannya .
Baca Juga: Kombucha dari Kulit Nanas, Inovasi Dosen Umsida Probiotik Ramah Lingkungan
Perawatan Dasar yang Belum Cukup
Penelitian mengungkap bahwa remaja umumnya hanya melakukan perawatan dasar seperti mencuci wajah dan menggunakan produk skincare yang dijual bebas. Namun, langkah tersebut belum mampu mengatasi jerawat secara menyeluruh.
“Sebagian besar remaja sudah menggunakan skincare, tetapi masih terbatas pada perawatan dasar seperti mencuci wajah dan penggunaan produk umum,” ungkap dalam riset tersebut.
Lihat Juga: Peran Strategis Bidan dalam Skrining Tuberkulosis (TBC): Mendeteksi Dini untuk Pencegahan yang Lebih Baik
Padahal, jerawat tidak hanya dipengaruhi oleh kebersihan kulit, tetapi juga faktor lain seperti hormon, pola hidup, hingga kondisi kulit masing-masing individu. Jika hanya mengandalkan perawatan dasar, maka hasilnya tidak akan maksimal.
Kesenjangan Menuju Perawatan Komprehensif

Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan signifikan antara kebiasaan perawatan dasar dengan perawatan komprehensif.
Banyak remaja yang belum rutin menggunakan masker wajah, termasuk masker herbal, serta jarang melakukan konsultasi medis ketika jerawat semakin parah.
“Remaja cenderung meniru lingkungan dan tren, tanpa memahami kebutuhan kulitnya secara spesifik,” jelas peneliti.
Perawatan komprehensif seharusnya mencakup langkah yang lebih lengkap, seperti penggunaan masker secara rutin, menjaga pola hidup sehat, serta mendapatkan panduan dari tenaga medis.
Tanpa pendekatan ini, perawatan jerawat menjadi tidak efektif dan cenderung hanya bersifat sementara.
Cek Juga: Antusiasme Remaja Menghidupkan Kembali Posyandu Remaja di Desa
Pentingnya Edukasi dan Pendampingan Medis
Kesenjangan ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan sekadar kurangnya perawatan, tetapi minimnya edukasi yang tepat. Banyak remaja yang mengandalkan informasi dari media sosial tanpa validasi medis.
Hasil riset ini menegaskan bahwa edukasi mengenai perawatan kulit yang benar sangat diperlukan agar remaja dapat memahami kebutuhan kulitnya secara menyeluruh.
“Perawatan jerawat seharusnya tidak hanya berhenti pada penggunaan skincare, tetapi juga membutuhkan pendekatan komprehensif dan konsultasi medis untuk hasil yang optimal,” tegas peneliti.
Dengan pemahaman yang lebih baik, remaja tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi mampu merawat kulit secara tepat.
Hal ini penting untuk mencegah jerawat semakin parah sekaligus meningkatkan kepercayaan diri di masa remaja.
Sumber: Riset Mahasiswa Profesi Kebidanan Umsida
Penulis: Elfira Armilia























