Fikes.umsida.ac.id– Usia 3 tahun dikenal sebagai fase emas tumbuh kembang anak. Pada tahap ini, kemampuan berpikir, bergerak, berbicara, hingga mengelola emosi berkembang sangat cepat.
Untuk mendukung proses tersebut, orang tua perlu memberikan stimulasi yang tepat, salah satunya melalui pemilihan mainan edukasi.
Mainan edukatif tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga membantu anak belajar secara alami. Melalui aktivitas bermain, anak dapat mengenali bentuk, warna, suara, serta belajar berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Baca Juga: Psikolog Umsida: Kasus Alvaro Jadi Cermin Rapuhnya Hubungan Anak dengan Orang Tua Tiri
Menurut dr Erlin SpA, bermain merupakan bagian penting dari proses belajar anak. Ia menjelaskan, “Mainan edukasi yang sesuai usia dapat membantu anak mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, dan sosial secara bersamaan tanpa membuatnya merasa tertekan.”
Ragam Manfaat Mainan Edukasi bagi Perkembangan Anak
Mainan edukasi memberikan manfaat yang menyeluruh bagi anak usia 3 tahun. Permainan seperti puzzle dan balok susun melatih kemampuan berpikir logis serta problem solving.
Sementara itu, aktivitas menggambar, menyusun atau memegang benda kecil membantu mengasah motorik halus dan koordinasi tangan-mata.
Selain itu, buku cerita bergambar dan mainan interaktif dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak.
Lihat Juga: Manfaat Kids Yoga untuk Meningkatkan Keseimbangan pada Anak Down Syndrome: Solusi Terapi yang Efektif
Anak belajar mengenali kosakata baru sekaligus melatih keberanian berbicara. Dari sisi sosial emosional, mainan peran seperti dapur-dapuran atau alat dokter membantu anak belajar berbagi, bekerja sama, dan memahami perasaan orang lain.
Melalui laman Halodoc menyebutkan, “Permainan yang melibatkan imajinasi dan interaksi dapat membantu anak mengekspresikan emosi serta membangun kepercayaan diri sejak dini.”
Oleh karena itu, memilih mainan yang tepat akan memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan anak.
Tips Memilih Mainan Edukasi yang Aman dan Tepat

Agar manfaat mainan edukasi dapat dirasakan secara optimal, orang tua perlu cermat dalam memilih.
Pastikan mainan aman, tidak mengandung bahan berbahaya, serta tidak memiliki bagian kecil yang mudah tertelan. Pilih mainan yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak agar tidak terlalu sulit atau justru membosankan.
Cek Selengkapnya: 8 Tips Praktis Meningkatkan Kunjungan Balita ke Posyandudi Desa Ketajen
Selain itu, perhatikan minat anak. Mainan yang sesuai dengan ketertarikannya akan membuat anak lebih antusias bermain dan belajar.
Melibatkan anak saat memilih mainan juga dapat meningkatkan rasa memiliki dan motivasi bermain.
Dengan lingkungan bermain yang aman dan stimulatif, proses belajar anak akan berlangsung lebih menyenangkan.
Dengan pemilihan mainan edukasi yang tepat, orang tua turut berperan dalam membentuk fondasi perkembangan anak secara optimal sejak usia dini.
Jika ragu, konsultasi dengan dokter spesialis anak dapat menjadi langkah bijak untuk memastikan stimulasi yang diberikan sudah sesuai kebutuhan anak.
Sumber: Halodoc
Penulis: Elfira Armilia























