Fikes.umsida.ac.id – Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi.
Dengan topik Peran Biologi Molekuler dalam Pemeriksaan Kesehatan di Rumah Sakit (Case-Based Learning), Rabu (7/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan menghadirkan praktisi profesional di bidang patologi klinik dan biologi molekuler.
Kuliah praktisi ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa agar mampu memahami perkembangan teknologi laboratorium medis yang semakin kompleks.
Khususnya dalam pemeriksaan berbasis molekuler yang kini banyak diterapkan di layanan kesehatan.
Baca Juga: FIKES Umsida dan STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Kolaborasi Kembangkan Pembelajaran RPL
Biologi Molekuler sebagai Pendekatan Diagnostik Masa Kini

Narasumber kuliah praktisi, dr Syahrul Chilmi SpPK Subsp OnkK(K) MBiomed PhD, memaparkan peran strategis biologi molekuler dalam pemeriksaan kesehatan di rumah sakit.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan diagnostik saat ini tidak dapat dilepaskan dari analisis molekuler yang memberikan gambaran lebih mendalam terhadap kondisi pasien.
Melalui metode case-based learning, mahasiswa diajak memahami penerapan pemeriksaan molekuler pada kasus klinis nyata, mulai dari penegakan diagnosis hingga pemantauan penyakit.
Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium harus dibaca secara komprehensif dan dikaitkan dengan kondisi klinis pasien secara menyeluruh.
Cek Juga: Riset Panjang Berbuah Manis, Mahasiswa TLM Umsida Juara 1 Poster PKM-RE PIMTANAS 2025
Dorong Prodi TLM Lebih Unggul lewat Penguatan Kompetensi Mahasiswa

Kaprodi D4 Teknologi Laboratorium Medis FIKES Umsida, Galuh Ratmana Hanum SSi MSi, menjelaskan bahwa kegiatan kuliah praktisi ini merupakan bagian dari strategi pengembangan program studi agar semakin unggul dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kuliah praktisi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan Prodi D4 TLM agar semakin unggul. Kami ingin mahasiswa tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memahami praktik dan perkembangan terkini di dunia laboratorium medis,” jelasnya.
Cek Selengkapnya: Pelatihan Tanaman Semusim Jadi Cara Dosen Umsida Perkuat Ketahanan Pangan
Sementara itu, dalam pesan kuliah tamu, dr Syahrul menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi kesehatan.
“Perkembangan di era sekarang harus dilihat dari profil pasien secara lengkap. Mahasiswa harus banyak belajar agar tidak tertinggal informasi. Dengan memahami konsep dasar dan menguasainya, maka akan lebih mudah mengoperasikan alat-alat yang ada dan mengembangkan kompetensi lainnya,” pesannya diakhir sesi pemaparan.
Penulis: Elfira Armilia























