Fikes.umsida.ac.id – Prestasi kembali ditorehkan oleh atlet UKM Beladiri Cabor Karate Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Abyan Lintang Valentino, mahasiswa D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES).
Dalam ajang Batu Karate Challenge Open Tournament Series, Abyan berhasil mengamankan Juara 3, menunjukkan konsistensi dan daya juang tinggi di tengah persaingan yang ketat.
Baca Selengkapnya: Inovasi Laboratorium Umsida Mencuri Perhatian dalam Diseminasi Nasional KILab 2025
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Forki Kota Batu ini berlangsung pada 26–28 Desember 2025 di Kota Batu.
Kejuaraan terbuka tersebut diikuti oleh atlet-atlet dari berbagai daerah dan kategori, termasuk kelas dengan tingkat pengalaman yang lebih tinggi, sehingga menjadi ajang pembelajaran penting bagi atlet muda seperti Abyan.
Pengalaman Bertanding di Kelas dengan Lawan Lebih Tinggi

Pada kompetisi ini, Abyan harus menghadapi lawan-lawan dengan postur tubuh yang lebih tinggi dan besar.
Dengan tinggi badan sekitar 160 cm, ia bertemu atlet dengan tinggi 170 cm ke atas dalam kelas yang diikutinya. Situasi tersebut sempat memicu rasa grogi di awal pertandingan.
Cek Juga: 3 Mahasiswa Fikes Umsida Raih Juara 1 Poster PKM-RE dalam Ajang Pimtanas 2025
“Di kelas saya, rata-rata lawannya tinggi-tinggi. Awalnya sempat grogi, tapi saya berusaha tetap tenang dan fokus,” ungkap Abyan.
Meski menghadapi tekanan fisik dan mental, ia mampu menjaga ritme pertandingan dan menunjukkan kesiapan yang matang berkat pengalaman latihan dan pertandingan sebelumnya.
Pola Latihan yang di Jalani
Persiapan menuju kejuaraan dilakukan sejak awal Desember. Pola latihan disusun secara bertahap agar kondisi fisik dan teknik berkembang seimbang.
Pada fase awal, fokus latihan diarahkan pada penguatan fisik dan stamina. Memasuki pertengahan bulan, latihan teknik mulai diperbanyak, hingga akhirnya ditutup dengan sesi sparing intensif menjelang hari pertandingan.
“Menjelang lomba, coach menekankan sparing supaya kami terbiasa membaca gerakan lawan dan membayangkan strategi saat tanding,” jelasnya.
Latihan tersebut dihentikan beberapa hari sebelum pertandingan untuk memberikan waktu pemulihan, sehingga tubuh lebih siap saat bertanding.
Makna Podium dan Pesan untuk Mahasiswa Umsida

Bagi Abyan, meraih Juara 3 bukan sekadar soal peringkat, melainkan tentang keberanian menghadapi tantangan dan mengukur kemampuan diri. Ia menilai hasil ini sebagai pijakan awal untuk terus berkembang sebagai atlet.
Dukungan dari orang tua, pelatih, rekan tim, serta lingkungan kampus Umsida menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasinya. Dukungan tersebut memberinya kepercayaan diri untuk tampil maksimal di arena.
Abyan pun menyampaikan pesan kepada mahasiswa Umsida agar tidak ragu mengeksplorasi potensi diri.
“Jangan takut menunjukkan bakat dan skill. Dari hal kecil yang kita tekuni, bisa lahir prestasi besar yang membanggakan diri sendiri, orang tua dan kampus,” tuturnya.
Prestasi Juara 3 ini menegaskan komitmen Abyan untuk terus berproses dan menjadikan setiap kompetisi sebagai langkah menuju capaian yang lebih tinggi.
Penulis: Elfira Armilia























