Skill Penting Tenaga Kesehatan: Mendengar Pasien Lebih dari Sekadar Memberi Penjelasan

Fikes.umsida.ac.id – Dalam praktik pelayanan kesehatan, kemampuan menjelaskan sering dianggap sebagai kunci utama profesionalisme tenaga kesehatan.

Namun, ada satu keterampilan yang justru lebih mendasar dan sering terabaikan, yaitu kemampuan mendengar.

Tanpa mendengar dengan baik, komunikasi tidak hanya menjadi satu arah, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman yang berdampak pada kualitas pelayanan.

Dalam modul pembelajaran dosen Kebidanan Umsida, Yanik Purwanti SST MKeb, ditegaskan bahwa komunikasi dalam pelayanan kesehatan tidak hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga membangun hubungan interpersonal yang efektif melalui keterampilan mendengar aktif.

Mendengar sebagai Dasar Komunikasi Terapeutik

Mendengar bukan sekadar diam saat pasien berbicara. Lebih dari itu, mendengar aktif menjadi dasar dalam komunikasi terapeutik antara tenaga kesehatan dan pasien. Dalam modul dijelaskan bahwa keterampilan mendengar bertujuan untuk mendorong pasien berbicara, menunjukkan perhatian, hingga memahami perasaan pasien secara lebih dalam .

Artinya, ketika tenaga kesehatan benar-benar mendengar, mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menangkap emosi, kekhawatiran, dan kebutuhan pasien yang sering kali tidak terucap secara langsung. Di sinilah letak pentingnya komunikasi yang humanis.

Risiko Ketika Tenaga Kesehatan Tidak Mendengar

Sebaliknya, kebiasaan “miskin mendengarkan” dapat berdampak serius. Modul tersebut menyebutkan bahwa kurangnya kemampuan mendengar menyebabkan pesan yang diterima menjadi tidak utuh, sehingga komunikasi kesehatan menjadi tidak efektif .

Dalam konteks pelayanan, hal ini bisa berujung pada kesalahan pemahaman kondisi pasien, ketidakpuasan layanan, bahkan menurunnya kepercayaan pasien terhadap tenaga kesehatan. Padahal, kepercayaan merupakan fondasi utama dalam hubungan bidan dan pasien.

Lebih jauh, tenaga kesehatan yang tidak memberi ruang bagi pasien untuk berbicara berisiko kehilangan informasi penting yang justru krusial dalam pengambilan keputusan medis.

Membangun Empati Melalui Mendengar

Mendengar juga menjadi pintu masuk untuk membangun empati. Dalam modul dijelaskan bahwa tenaga kesehatan perlu menyediakan waktu untuk mendengarkan pasien, bersikap sabar, serta menunjukkan perhatian agar tercipta hubungan interpersonal yang positif .

Empati tidak bisa dibangun hanya dengan kata-kata. Ia lahir dari proses memahami sudut pandang pasien. Ketika pasien merasa didengar, mereka akan lebih terbuka, lebih percaya, dan lebih kooperatif dalam menjalani proses perawatan.

Pada akhirnya, tenaga kesehatan tidak cukup hanya pintar menjelaskan. Mereka juga harus mampu hadir sebagai pendengar yang baik. Karena dalam banyak situasi, pasien tidak hanya membutuhkan jawaban, tetapi juga ingin didengarkan.

Sumber: Modul Pembelajaran Yanik Purwanti SST MKeb

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan
February 7, 2026By
PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan
February 6, 2026By
Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
February 3, 2026By
FIKES Umsida Perkuat Kesiapan Mahasiswa lewat Program Pre Klinik S1 Fisioterapi
January 30, 2026By
Peran Strategis Mahasiswa D4 MIK Umsida dalam IPE Berbasis Kasus Klinis
January 29, 2026By
Ujian OSCE Kebidanan FIKES Umsida Jadi Bekal Mahasiswa Menuju Praktik Nyata
January 28, 2026By
Seminar Biologi Molekuler FIKES Umsida Bahas Diagnosis Virus Global Terkini
January 21, 2026By
FIKES Umsida dan STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Kolaborasi Kembangkan Pembelajaran RPL
January 6, 2026By

Prestasi

Bangga! Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara di Physiofest Nasional 2026
April 8, 2026By
Batu Karate Challenge Jadi Ajang Pembuktian Atlet Muda Umsida Raih Juara 3
January 7, 2026By
Perjuangan Hingga Final, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Batu Karate Challenge
January 5, 2026By
Rafi Bagus Pradenta Ukir Juara 1 Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3 Lewat Usaha dan Doa
January 3, 2026By
Debut Perdana di UPSCC 2025, Ria A. Arif Persembahkan Medali Perak untuk Umsida
January 2, 2026By
Konsistensi yang Berbuah Prestasi, Meiska Putri Yandri Raih Lulusan Terbaik MIK Umsida
January 1, 2026By
Di Tengah Peran Ganda, Yuyun Rahma Putri Raih Lulusan Terbaik FIKES Umsida
December 31, 2025By
Kisah Perjalanan Maura Aulia Ismail Menjadi Lulusan Terbaik MIK Umsida
December 27, 2025By

Opini

Bolehkah Ibu Hamil Muda Minum Air Kelapa? Ini Manfaat dan Aturannya
April 11, 2026By
Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini Manfaat Asam Folat untuk Janin
March 31, 2026By
Manfaat Jalan 7000 Langkah Sehari, Lebih Realistis dan Tetap Sehat
March 30, 2026By
Lutut Sakit Saat Ditekuk dan Diluruskan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
March 16, 2026By
Cara Menyembuhkan Lutut Sakit di Usia Muda, Jangan Dianggap Sepele
March 14, 2026By