Fikes.umsida.ac.id – Kehamilan bukan hanya tentang pertumbuhan janin di dalam rahim, tetapi juga tentang bagaimana nutrisi ibu membentuk kesehatan anak di masa depan.
Salah satu zat gizi yang memiliki peran sangat penting selama kehamilan adalah protein.
Kekurangan protein selama masa kehamilan dapat berdampak serius terhadap perkembangan janin.
Bahkan meningkatkan risiko Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau kondisi ketika janin mengalami hambatan pertumbuhan di dalam rahim.
Hal ini dibahas riset berjudul Soy Protein Diet Improves Nutritional Status of Offspring with Intrauterine Growth Restriction, yang menyoroti bagaimana kualitas nutrisi ibu, terutama asupan protein, berpengaruh besar terhadap kesehatan bayi yang dilahirkan .
Kekurangan Protein dan Dampaknya pada Pertumbuhan Janin

Selama kehamilan, tubuh ibu membutuhkan protein dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan kondisi normal. Protein berfungsi sebagai bahan dasar pembentukan jaringan tubuh, termasuk organ, otot dan sistem saraf janin.
Ketika ibu hamil mengalami kekurangan protein, pertumbuhan janin dapat terganggu.
Baca Juga: Asam Folat Untuk Ibu Hamil? Ini Kata Pakar Kebidanan Umsida
Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa diet rendah protein selama kehamilan dapat memicu perubahan metabolisme pada janin yang berdampak pada terhambatnya pertumbuhan di dalam kandungan .
Kondisi ini dikenal sebagai Intrauterine Growth Restriction (IUGR), yaitu keadaan ketika janin tidak berkembang sesuai usia kehamilan.
Bayi dengan IUGR biasanya memiliki berat lahir lebih rendah dan berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan setelah lahir.
IUGR tidak hanya berdampak pada masa bayi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik di masa dewasa, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular.
Nutrisi Ibu dan Konsep Fetal Programming
Fenomena ini berkaitan dengan konsep yang dikenal sebagai fetal programming, yaitu kondisi ketika lingkungan nutrisi selama masa kehamilan dapat “memprogram” perkembangan organ dan metabolisme janin.
Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa kekurangan nutrisi, khususnya protein, dapat menyebabkan adaptasi biologis pada janin yang berdampak jangka panjang terhadap kesehatannya.
Lihat Juga: Manfaat Pijat Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua
Ketika janin tumbuh dalam kondisi nutrisi terbatas, tubuhnya akan beradaptasi untuk bertahan hidup. Adaptasi ini memang membantu janin bertahan selama di dalam rahim, tetapi dapat memicu kerentanan terhadap berbagai penyakit di masa depan.
Inilah sebabnya mengapa nutrisi selama kehamilan sering disebut sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi berikutnya.
Pentingnya Kualitas Asupan Protein Selama Kehamilan

Memastikan kecukupan protein selama kehamilan menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan janin yang optimal. Protein dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik hewani maupun nabati.
Penelitian ini juga menyoroti bahwa protein nabati seperti protein kedelai dapat menjadi alternatif sumber protein yang bermanfaat untuk meningkatkan status nutrisi keturunan dengan IUGR .
Protein kedelai mengandung asam amino penting yang dibutuhkan tubuh serta memiliki berbagai senyawa bioaktif yang mendukung kesehatan metabolik.
Lihat Selengkapnya: Kram Kaki pada Trimester III, Keluhan Normal atau Tanda Gangguan Sirkulasi?
Namun demikian, pemenuhan kebutuhan protein tidak hanya bergantung pada jenis sumber protein, tetapi juga pada keseimbangan pola makan secara keseluruhan.
Ibu hamil perlu memastikan asupan gizi yang cukup, termasuk protein, vitamin, dan mineral, agar pertumbuhan janin berlangsung optimal.
Kesadaran mengenai pentingnya nutrisi selama kehamilan perlu terus ditingkatkan. Kekurangan protein mungkin terlihat sebagai masalah sederhana, tetapi dampaknya dapat memengaruhi kesehatan anak hingga masa dewasa.
Oleh karena itu, menjaga kualitas pola makan selama kehamilan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan ibu, tetapi juga sebagai upaya melindungi masa depan kesehatan generasi berikutnya.
Sumber: Riset Dr Rafhani Rosyidah SKeb Bd MSc & Tim
Penulis: Elfira Armilia























