KB Implan, Cara Praktis Menjaga Jarak Kehamilan Tetap Ideal

Fikes.umsida.ac.id – Perencanaan keluarga yang matang berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu, tumbuh kembang anak, serta stabilitas keluarga secara keseluruhan.

Salah satu kunci pentingnya adalah mengatur jarak kehamilan agar tubuh ibu memiliki waktu yang cukup untuk pulih sebelum kehamilan berikutnya.

Dilansir dari laman Halodoc, “KB implan atau susuk KB adalah alat kontrasepsi hormonal berbentuk batang kecil yang dipasang di bawah kulit lengan atas untuk mencegah kehamilan.”

Metode ini termasuk dalam kategori Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang efektif dan dapat dilepas kapan saja jika pasangan ingin merencanakan kehamilan kembali.

Baca Juga: Playground Bukan Tempat Bayi 1 Bulan, Ini Peringatan Pakar Umsida

Menurut rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jarak kehamilan ideal adalah sekitar 24 bulan setelah persalinan.

Jarak yang cukup ini membantu menurunkan risiko komplikasi seperti anemia, persalinan prematur, hingga gangguan kesehatan pada bayi. Karena itu, penggunaan kontrasepsi yang tepat menjadi langkah strategis dalam menjaga kesehatan reproduksi.

Keunggulan KB Implan untuk Mengatur Jarak Kehamilan

KB implan dikenal memiliki tingkat efektivitas tinggi, bahkan lebih dari 99% dalam mencegah kehamilan selama masa penggunaan. Halodoc menjelaskan bahwa “KB implan dapat bekerja selama 3–5 tahun tergantung jenisnya, dengan perlindungan yang stabil tanpa perlu penggunaan harian.”

Selain efektif, KB implan juga praktis. Prosedur pemasangannya relatif cepat dan dilakukan di lengan atas dengan tindakan medis sederhana.

Berbeda dengan pil KB yang harus diminum setiap hari atau suntik KB yang membutuhkan jadwal rutin, implan tidak memerlukan kontrol berkala yang intens.

Cek Juga: Seberapa Sering Pemeriksaan Kehamilan Harus Dilakukan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Keunggulan lainnya, KB implan hanya mengandung hormon progestin sehingga aman bagi ibu menyusui.

Halodoc menyebutkan bahwa “KB implan tidak memengaruhi kualitas maupun jumlah ASI,” sehingga menjadi pilihan yang nyaman bagi ibu yang sedang memberikan ASI eksklusif.

Menariknya lagi, kesuburan dapat kembali relatif cepat setelah implan dilepas. Siklus ovulasi biasanya kembali normal dalam waktu singkat, sehingga pasangan tetap memiliki fleksibilitas dalam merencanakan kehamilan berikutnya.

Pentingnya Konsultasi dan Perencanaan yang Tepat
Sumber: Pexels

Meski memiliki banyak keunggulan, pemilihan metode kontrasepsi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing pasangan.

Setiap metode memiliki kelebihan dan pertimbangan tersendiri.

Halodoc mengingatkan bahwa konsultasi dengan dokter spesialis kandungan sangat dianjurkan sebelum memutuskan penggunaan KB implan.

Cek Selengkapnya: Riset Dosen Kebidanan Umsida Ungkap Peran Usia dalam Keberhasilan Laktasi

Dengan bimbingan tenaga medis, pasangan dapat memastikan metode ini aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan ibu.

Dengan efektivitas tinggi, perlindungan jangka panjang, serta kemudahan penggunaan, KB implan menjadi salah satu solusi praktis untuk menjaga jarak kehamilan ideal.

Perencanaan yang baik bukan hanya tentang mencegah kehamilan, tetapi juga tentang memastikan kesehatan dan kesejahteraan keluarga di masa depan.

Sumber: Laman Halodoc

Refrensi:
1. World Health Organisation (WHO); Family Planning – A Global Handbook for Providers 2022
2. NHS. The contraceptive implant

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan
February 7, 2026By
PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan
February 6, 2026By
Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
February 3, 2026By
FIKES Umsida Perkuat Kesiapan Mahasiswa lewat Program Pre Klinik S1 Fisioterapi
January 30, 2026By
Peran Strategis Mahasiswa D4 MIK Umsida dalam IPE Berbasis Kasus Klinis
January 29, 2026By
Ujian OSCE Kebidanan FIKES Umsida Jadi Bekal Mahasiswa Menuju Praktik Nyata
January 28, 2026By
Seminar Biologi Molekuler FIKES Umsida Bahas Diagnosis Virus Global Terkini
January 21, 2026By
FIKES Umsida dan STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Kolaborasi Kembangkan Pembelajaran RPL
January 6, 2026By

Prestasi

Batu Karate Challenge Jadi Ajang Pembuktian Atlet Muda Umsida Raih Juara 3
January 7, 2026By
Perjuangan Hingga Final, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Batu Karate Challenge
January 5, 2026By
Rafi Bagus Pradenta Ukir Juara 1 Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3 Lewat Usaha dan Doa
January 3, 2026By
Debut Perdana di UPSCC 2025, Ria A. Arif Persembahkan Medali Perak untuk Umsida
January 2, 2026By
Konsistensi yang Berbuah Prestasi, Meiska Putri Yandri Raih Lulusan Terbaik MIK Umsida
January 1, 2026By
Di Tengah Peran Ganda, Yuyun Rahma Putri Raih Lulusan Terbaik FIKES Umsida
December 31, 2025By
Kisah Perjalanan Maura Aulia Ismail Menjadi Lulusan Terbaik MIK Umsida
December 27, 2025By
Prestasi Nasional, Mahasiswa TLM Umsida Sabet Juara 1 Poster PKM-RE PIMTANAS
December 24, 2025By

Opini

Peran Bidan dalam Layanan Kesehatan Ibu dan Anak yang Perlu Diketahui
January 31, 2026By
Manfaat Fisioterapi untuk Pemulihan dan Pencegahan Gangguan Gerak Tubuh
January 26, 2026By
Seberapa Sering Pemeriksaan Kehamilan Harus Dilakukan? Ini Penjelasan Lengkapnya
January 25, 2026By
Manfaat Pijat Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua
January 24, 2026By
Jangan Asal Pilih! Ini Tips Memilih Mainan Edukasi Anak Usia 3 Tahun
January 23, 2026By