Fikes.umsida.ac.id – Donor darah bukan hanya kegiatan sosial untuk membantu sesama, tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Donor darah adalah proses sukarela ketika seseorang menyumbangkan sebagian darahnya untuk kebutuhan medis dan transfusi pasien yang membutuhkan.
Baca Juga: Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
Kegiatan ini berperan penting dalam menjaga ketersediaan stok darah di bank darah sekaligus membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Menariknya, donor darah juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan pendonor jika dilakukan secara rutin dan sesuai prosedur.
“Donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan bagi pendonornya,” tulis Halodoc.
Selain membantu sesama, donor darah ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung hingga meningkatkan produksi sel darah baru dalam tubuh.
Donor Darah Bisa Bantu Jaga Kesehatan Tubuh

Salah satu manfaat donor darah yang cukup dikenal adalah membantu menjaga kesehatan jantung dan melancarkan aliran darah.
Donor darah secara rutin dapat membantu menjaga kadar zat besi tetap stabil sehingga risiko penyumbatan pembuluh darah dapat berkurang.
Tidak hanya itu, donor darah juga membantu tubuh memproduksi sel darah merah baru. Setelah darah didonorkan, tubuh akan mengganti sel darah yang hilang dengan sel baru yang lebih segar.
“Tubuh akan menstimulasi pembentukan sel darah merah baru setelah donor darah dilakukan,” jelas Halodoc.
Menariknya lagi, donor darah disebut dapat membantu membakar kalori. Dalam satu kali donor sekitar 450 mililiter darah, tubuh bisa membakar hingga ratusan kalori.
Selain itu, donor darah juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh.
Sebelum donor darah dilakukan, pendonor juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan seperti tes HIV, hepatitis, sifilis, hingga pemeriksaan tekanan darah. Proses ini secara tidak langsung membantu seseorang memantau kondisi kesehatannya sendiri.
Lihat Juga: Banyak yang Keliru, Ini Kesalahan Umum Sebelum Tes Laboratorium Saat Puasa
Perhatikan Syarat dan Efek Samping Donor Darah
Meski memiliki banyak manfaat, donor darah tetap memiliki syarat yang harus dipenuhi. Pendonor umumnya harus berusia minimal 17 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kilogram, serta berada dalam kondisi sehat.
Dikutip dari laman Halodoc beberapa kondisi seperti flu, demam, habis operasi, hingga baru membuat tato mengharuskan seseorang menunda donor darah untuk sementara waktu.
Setelah donor darah, sebagian orang mungkin mengalami efek samping ringan seperti pusing, lemas, mual, atau muncul memar di area suntikan. Namun kondisi tersebut biasanya bersifat sementara dan dapat membaik setelah tubuh beristirahat.
“Efek samping donor darah umumnya ringan dan bisa diatasi dengan istirahat cukup serta minum air putih,” tulis Halodoc.
Untuk mengurangi risiko efek samping, pendonor dianjurkan tidur cukup, makan sebelum donor, dan memperbanyak minum air putih. Setelah donor darah, sebaiknya hindari aktivitas berat dan tetap konsumsi makanan bergizi agar tubuh lebih cepat pulih.
Dengan manfaat yang besar bagi kesehatan dan kemanusiaan, donor darah menjadi salah satu kebiasaan baik yang layak dilakukan secara rutin.(Elfirarm)
Sumber: Laman Halodoc
Referensi:
St. Mary’s Medical Center. Diakses pada 2026. Health benefits of donating blood.
Healthline. Diakses pada 2026. The Benefits of Donating Blood.
EMC Healthcare. Diakses pada 2026. Good For Health, Here Are 9 Benefits of Blood Donation.
Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta. Diakses pada 2026. Informasi Manfaat Donor.























