Fikes.umsida.ac.id – Minum teh hangat di pagi hari sudah menjadi kebiasaan banyak orang, termasuk ibu hamil.
Sensasi hangatnya kerap membantu tubuh terasa lebih nyaman, terutama saat mengalami mual atau morning sickness.
Beberapa jenis teh bahkan dikenal memiliki manfaat kesehatan, seperti membantu relaksasi dan menjaga kebugaran tubuh.
Namun, ibu hamil perlu lebih bijak dalam mengonsumsi teh.
Mengutip laman Halodoc, teh tetap mengandung kafein meskipun jumlahnya lebih rendah dibanding kopi. “Konsumsi kafein berlebih selama kehamilan dapat memengaruhi kondisi ibu dan perkembangan janin,” tulis Halodoc.
Oleh karena itu, meski terlihat aman, konsumsi teh tetap perlu dibatasi agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Dampak Teh Berlebihan bagi Ibu dan Janin
Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah terganggunya penyerapan nutrisi penting.
Teh mengandung senyawa fenol yang dapat menghambat penyerapan zat besi dan asam folat dari makanan. Padahal, kedua zat tersebut sangat dibutuhkan selama kehamilan.
Halodoc menjelaskan bahwa “minum teh terlalu sering, terutama setelah makan, bisa mengurangi penyerapan zat besi dan meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil.”
Jika anemia terjadi, suplai oksigen dan nutrisi ke janin bisa terganggu, yang berisiko menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah atau bahkan prematur.
Selain itu, kandungan kafein pada teh juga dapat bersifat diuretik ringan.
Jika tidak diimbangi dengan asupan air putih yang cukup, ibu hamil berisiko mengalami dehidrasi. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan selama masa kehamilan.
Tips Aman Mengonsumsi Teh Selama Kehamilan

Meski memiliki beberapa risiko, bukan berarti ibu hamil harus sepenuhnya menghindari teh.
Kuncinya adalah memahami batasan dan memilih jenis teh yang lebih aman. Teh herbal bisa menjadi alternatif yang lebih baik karena umumnya tidak mengandung kafein.
Cek Selengkapnya: Tak Semua Konten Viral Aman, Dosen Kebidanan Umsida Ingatkan Orang Tua Soal Stimulasi Bayi
Menurut Halodoc, “Teh herbal tanpa kafein relatif lebih aman dikonsumsi selama kehamilan, selama tidak diminum berlebihan dan tidak menimbulkan reaksi tertentu.”
Teh jahe, chamomile, atau kayu manis sering dipilih karena dapat membantu meredakan mual dan memberikan efek relaksasi.
Selain itu, sebaiknya ibu hamil menghindari minum teh berdekatan dengan waktu makan dan memperbanyak konsumsi air putih. Dengan pola konsumsi yang bijak, teh tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan ibu maupun bayi.
Sumber: Halodoc
Penulis: Elfira Armilia























