Fikes.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Rafi Bagus Pradenta, mahasiswa prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) semester 1 ini sukses meraih Juara 1 Kejuaraan Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3.
Capaian ini menjadi bukti bahwa keberanian mencoba dan konsistensi berlatih mampu membawa mahasiswa Umsida bersaing di level regional.
Baca Juga: Dosen Umsida Terjun Menjadi Relawan Bencana di Aceh
Kejuaraan KBPP POLRI Jatim Cup 3 merupakan ajang kejuaraan taekwondo tingkat Jawa Timur yang diikuti para atlet dari berbagai daerah.
Bagi Rafi, kejuaraan ini menjadi ruang pembuktian kemampuan teknik sekaligus penguatan mental bertanding sebagai atlet muda.
Persiapan Disiplin dan Niat yang Diluruskan

Menjelang kejuaraan, Rafi menjalani persiapan yang cukup intens selama sekitar dua hingga tiga bulan.
Fokus latihan diarahkan pada peningkatan stamina fisik dan penguatan teknik dasar hingga lanjutan. Namun, menurut Rafi, kesiapan mental menjadi kunci utama dalam menghadapi pertandingan.
Cek Juga: 3 Mahasiswa Fikes Umsida Raih Juara 1 Poster PKM-RE dalam Ajang Pimtanas 2025
“Persiapan saya bukan hanya latihan fisik dan teknik, tapi juga meluruskan niat, disiplin latihan dan bertawakal kepada Allah. Usaha maksimal harus tetap diiringi doa dan kerendahan hati,” ungkap Rafi.
Ia menyadari bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan, melainkan proses latihan yang dijalani dengan sungguh-sungguh. Prinsip tersebut membuatnya lebih tenang dan fokus saat memasuki arena pertandingan.
Pertandingan yang Di Luar Dugaan

Rafi mengaku tidak menyangka dapat keluar sebagai juara. Sejak awal, ia hanya bertekad menampilkan kemampuan terbaik hasil latihan yang selama ini dijalani dengan penuh pengorbanan.
“Saya benar-benar tidak menyangka bisa menang. Dari awal saya berpikir hanya ingin mengeluarkan semua usaha saya. Menang atau kalah saya terima, yang penting sudah berjuang,” ujarnya.
Cek Selengkapnya: Laboran MIK Umsida Raih Best Presenter Lewat Inovasi Augmented Reality Terminologi Medis
Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah rasa gugup dan cemas sebelum bertanding. Namun, ia berusaha mengendalikan perasaan tersebut dengan mengingat kerasnya proses latihan yang telah dilalui.
“Saya selalu bilang ke diri sendiri, saya sudah sampai di titik ini, tidak mungkin menyia-nyiakan latihan keras saya. Dari situ keberanian saya bangkit,” tambahnya.
Dukungan dan Pesan

Keberhasilan Rafi tidak lepas dari dukungan orang tua, pelatih, teman, serta lingkungan kampus Umsida yang terus memberikan motivasi.
“Orang tua, pelatih dan teman-teman sangat mendukung. Nasihat mereka benar-benar membakar semangat saya untuk memberikan hasil terbaik,” katanya.
Ke depan, Rafi menargetkan untuk kembali mengikuti berbagai kejuaraan jika mendapat rekomendasi dari pelatih. Ia berharap dapat terus meraih kemenangan dan membawa nama baik Umsida.
Rafi menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa Umsida.
“Berani berprestasi itu harus berani mencoba. Tidak ada kata telat untuk berprestasi. Lakukan sekuat dan sebisa mungkin, karena Allah melihat proses kita,” pungkasnya.
Prestasi Rafi menjadi pengingat bahwa masa kuliah adalah waktu emas untuk berjuang, bertumbuh dan berani melangkah menuju prestasi.
Penulis: Elfira Armilia























