Fikes.umsida.ac.id – Pengapuran tulang atau osteoarthritis menjadi salah satu gangguan sendi yang sering dialami seiring bertambahnya usia. Kondisi ini terjadi ketika bantalan tulang rawan pada sendi mulai menipis sehingga tulang saling bergesekan dan memicu rasa nyeri.
Pengapuran tulang termasuk penyakit degeneratif yang umumnya menyerang lutut, pinggul, tangan, hingga tulang belakang.
Kondisi ini memang tidak bisa sembuh total, tetapi gejalanya dapat dikendalikan agar penderita tetap nyaman beraktivitas.
“Pengapuran tulang menyebabkan nyeri, kekakuan, dan menurunnya fungsi sendi secara bertahap,” tulis Halodoc.
Karena itu, penanganan sejak dini menjadi penting agar kerusakan sendi tidak semakin parah dan kualitas hidup tetap terjaga.
Lihat Juga: Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
Kenali Gejala Pengapuran Tulang Sejak Awal

Gejala pengapuran tulang biasanya berkembang perlahan dan sering dianggap sebagai nyeri biasa. Padahal, jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beberapa tanda umum yang sering muncul antara lain nyeri sendi saat bergerak, sendi terasa kaku di pagi hari, pembengkakan, hingga muncul bunyi berderak ketika sendi digerakkan. Pada kondisi tertentu, penderita juga dapat mengalami keterbatasan gerak akibat rasa nyeri yang terus muncul.
Pengapuran tulang dapat terjadi karena faktor usia, berat badan berlebih, cedera sendi, hingga aktivitas fisik yang terlalu berat pada sendi tertentu.
“Kerusakan tulang rawan membuat tulang saling bergesekan sehingga memicu rasa sakit dan peradangan,” jelas Halodoc.
Karena itu, menjaga kesehatan sendi sejak muda menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko osteoarthritis di kemudian hari.
Baca Juga: Fisioterapi Umsida Jadi Solusi Edukasi dan Pencegahan Kesehatan Fisik
Gaya Hidup Sehat Jadi Cara Efektif Atasi Pengapuran Tulang
Salah satu cara paling efektif mengatasi pengapuran tulang adalah menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, berenang, tai chi, atau bersepeda dapat membantu menjaga kekuatan otot dan mengurangi kekakuan sendi.
Selain olahraga, menjaga berat badan ideal juga penting karena berat tubuh berlebih dapat memberikan tekanan lebih besar pada lutut dan pinggul.
Dikutip dari laman halodoc, penderita osteoarthritis juga dianjurkan mengonsumsi makanan kaya kalsium dan antioksidan seperti susu, yogurt, ikan, serta sayuran hijau untuk membantu menjaga kesehatan tulang.
“Olahraga teratur dan pola makan sehat dapat membantu mengurangi nyeri serta menjaga fungsi sendi,” tulis Halodoc.
Selain itu, kompres hangat dapat membantu mengurangi kekakuan sendi, sedangkan kompres dingin bermanfaat meredakan nyeri dan pembengkakan.
Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat memberikan obat antiinflamasi, fisioterapi, hingga tindakan medis lain sesuai tingkat keparahan penyakit.
Dengan penanganan yang tepat dan pola hidup sehat, pengapuran tulang tetap bisa dikendalikan sehingga penderita dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.(Elfirarm)
Sumber: Laman Halodoc























