Fikes.umsida.ac.id – Digitalisasi layanan kesehatan terus berkembang, termasuk dalam pengelolaan rekam medis rumah sakit.
Jika sebelumnya proses monitoring kualitas rekam medis dilakukan secara manual dan memakan waktu.
Kini inovasi berbasis mobile mulai hadir untuk membantu pekerjaan tenaga kesehatan menjadi lebih cepat dan efisien.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui riset mahasiswa dan dosen
Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida),
Riset berjudul Rancang Bangun Aplikasi Berbasis Mobile Pengukur Kualitas Rekam Medis di Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan.
Baca Juga: Pengukuran ROM Jadi Kunci Mengetahui Kondisi Sendi dan Proses Pemulihan
Monitoring Rekam Medis Masih Dilakukan Secara Manual

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan telah menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) pada layanan rawat jalan.
Namun, proses pengukuran kualitas rekam medis, khususnya pada rawat inap, masih dilakukan secara manual .
Kondisi tersebut membuat petugas rekam medis membutuhkan waktu lebih lama dalam melakukan pengecekan kelengkapan data pasien.
Selain itu, monitoring manual juga meningkatkan beban kerja petugas dan memperlambat proses evaluasi mutu pelayanan rumah sakit .
Padahal, kelengkapan rekam medis menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan.
Cek Juga: Kurangnya Kolaborasi Dokter dan Koder Jadi Penyebab Masalah Data di Rumah Sakit
Data seperti identitas pasien, anamnesis, diagnosis, terapi, tindakan medis, hingga resume medis harus terdokumentasi dengan baik agar pelayanan pasien tetap optimal.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa merancang aplikasi berbasis mobile yang dapat digunakan untuk membantu monitoring kualitas rekam medis secara lebih mudah dan cepat.
Smartphone Kini Jadi Alat Pendukung Pelayanan Rumah Sakit

Aplikasi yang dirancang dalam penelitian ini menggunakan sistem berbasis smartphone agar dapat diakses lebih fleksibel oleh petugas rumah sakit.
Dengan konsep mobile, petugas tidak harus selalu berada di depan komputer untuk melakukan evaluasi rekam medis.
Aplikasi tersebut memiliki beberapa fitur utama seperti evaluasi baru rawat jalan dan rawat inap, hasil kelengkapan rekam medis, hingga ringkasan kelengkapan data pasien .
Melalui aplikasi ini, pengguna dapat melakukan pengecekan data pasien secara langsung, mengisi checklist kelengkapan rekam medis, serta melihat hasil evaluasi secara otomatis.
Selain mempermudah monitoring, sistem ini juga membantu mempercepat proses pengolahan data dan evaluasi mutu pelayanan rumah sakit.
Digitalisasi Jadi Kebutuhan Dunia Kesehatan
Penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital di rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan alat medis canggih, tetapi juga sistem pengelolaan data kesehatan yang lebih efisien.
Di era modern, rekam medis bukan lagi sekadar arsip administrasi, melainkan sumber informasi penting dalam pelayanan pasien dan penilaian mutu rumah sakit. Karena itu, inovasi berbasis teknologi seperti aplikasi mobile menjadi solusi yang semakin dibutuhkan.
Melalui riset ini berharap sistem monitoring rekam medis berbasis mobile dapat membantu rumah sakit meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mempermudah pekerjaan petugas rekam medis di lapangan.(Elfirarm)
Sumber: Riset Mahasiswa MIK Umsida.























