Telat Haid Belum Tentu Hamil, Kenali Proses Diagnosa Kehamilan yang Benar

Fikes.umsida.ac.id – Kehamilan merupakan fase penting dalam kehidupan seorang perempuan.

Namun, tidak sedikit calon ibu yang masih bertanya-tanya kapan sebenarnya kehamilan dapat dipastikan dan bagaimana cara mengenalinya dengan benar.

Di tengah banyaknya informasi yang beredar, pemahaman mengenai diagnosa kehamilan menjadi hal yang penting

Lihat Juga: Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan, Ternyata Bukan Cuma Soal Fisik

agar ibu dapat segera memperoleh pelayanan kesehatan yang tepat.

Dalam modul pembelajaran Asuhan Kebidanan Kehamilan yang digunakan di lingkungan Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida),

dijelaskan bahwa diagnosa kehamilan tidak hanya didasarkan pada satu gejala saja. Penegakan diagnosa dilakukan melalui pengamatan berbagai tanda, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang untuk memastikan adanya kehamilan.

Ketika Tubuh Mulai Memberikan Sinyal
Ilustrasi Ai

Banyak perempuan pertama kali menyadari kemungkinan kehamilan setelah mengalami keterlambatan menstruasi. Dalam dunia kebidanan, kondisi ini dikenal sebagai amenore atau tidak datangnya haid. Namun, amenore bukan satu-satunya tanda yang dapat dijadikan petunjuk.

Modul kebidanan FIKES Umsida menjelaskan bahwa tanda subjektif atau tanda dugaan kehamilan meliputi mual dan muntah, perubahan pada payudara, mudah lelah, sering buang air kecil, hingga mulai merasakan gerakan janin pada usia kehamilan tertentu.

Meski demikian, tanda-tanda tersebut belum dapat digunakan sebagai dasar pasti karena beberapa kondisi kesehatan lain juga dapat menimbulkan gejala serupa.

Inilah alasan mengapa masyarakat tidak disarankan hanya mengandalkan perasaan atau gejala yang dirasakan.

Semakin cepat kehamilan diketahui secara tepat, semakin cepat pula ibu dapat mempersiapkan diri untuk menjaga kesehatan diri dan janin yang sedang berkembang.

Baca Juga: Riset Dosen Kebidanan Ungkap Dampak Psikologis Kehamilan Remaja di Lingkungan Sosial

Pemeriksaan Menjadi Kunci Kepastian
Sumber: Data pada Modul pembelajaran

Setelah muncul tanda-tanda awal, langkah berikutnya adalah melakukan pemeriksaan. Dalam praktik kebidanan, terdapat berbagai tanda objektif yang dapat ditemukan oleh tenaga kesehatan, seperti perubahan warna pada area genital, pelunakan serviks, pembesaran rahim, hingga hasil tes hormon kehamilan yang positif.

Pemeriksaan urin untuk mendeteksi hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan.

Hormon ini mulai meningkat setelah terjadinya konsepsi sehingga dapat membantu mengidentifikasi kehamilan lebih awal. Selain itu, pemeriksaan ultrasonografi (USG) juga memiliki peran penting dalam memastikan adanya kantong kehamilan dan perkembangan janin.

Tenaga kesehatan juga melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk pengukuran tanda vital, pemeriksaan abdomen, palpasi Leopold, hingga pemantauan denyut jantung janin sesuai usia kehamilan.

Pemeriksaan tersebut membantu memastikan kondisi ibu dan janin berada dalam keadaan baik.

Lebih dari Sekadar Mengetahui Hamil

Diagnosa kehamilan bukan hanya bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah seorang perempuan sedang hamil atau tidak. Lebih dari itu, proses diagnosis menjadi pintu masuk bagi pemantauan kesehatan ibu dan janin sejak awal kehamilan.

Dijelaskan juga bahwa tanda pasti kehamilan dapat diketahui melalui terdengarnya denyut jantung janin, terabanya gerakan janin oleh pemeriksa, serta terlihatnya kerangka atau bagian tubuh janin melalui pemeriksaan ultrasonografi.

Ketika kehamilan dapat ditegakkan lebih dini, ibu memiliki kesempatan lebih besar untuk menjalani pemeriksaan antenatal secara rutin, memenuhi kebutuhan gizi, serta mendeteksi faktor risiko yang mungkin muncul selama masa kehamilan.

Dengan demikian, diagnosa kehamilan bukan sekadar proses medis, melainkan langkah awal dalam menciptakan kehamilan yang sehat, aman, dan nyaman bagi ibu maupun buah hati yang sedang tumbuh dalam kandungan.(Elfirarm)

Sumber: Modul pembelajaran Kebidanan Umsida

Evi Rinata SST MKeb dan Siti Cholifah SST MKeb.

Berita Terkini

OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By
Dosen Umsida Lakukan Edukasi Kesehatan Mental Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
April 16, 2026By
PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan
February 7, 2026By
PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan
February 6, 2026By
Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
February 3, 2026By
FIKES Umsida Perkuat Kesiapan Mahasiswa lewat Program Pre Klinik S1 Fisioterapi
January 30, 2026By

Prestasi

Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Nasional Choir Mars Muhammadiyah-‘Aisyiyah
May 20, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Sabet Perak Kategori Kata di Piala Rektor UMM 2026
May 8, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Kumite U21 di Kejuaraan Karate Nasional 2026
May 7, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di Piala Rektor UMM 2026
May 6, 2026By
Mahasiswa D4 MIK Umsida Raih Terbaik Pemberdayaan Masyarakat di PILMAPRES PTMA 2026
April 23, 2026By
Keren! Tim D4 MIK Umsida Sabet Juara 1 Nasional di IMRC 2026
April 22, 2026By
Bangga! Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara di Physiofest Nasional 2026
April 8, 2026By
Batu Karate Challenge Jadi Ajang Pembuktian Atlet Muda Umsida Raih Juara 3
January 7, 2026By

Opini

Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By
Hipertensi Diam-Diam Mengancam, Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
May 2, 2026By