Fikes.umsida.ac.id – Transportasi berbasis aplikasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern.Di balik kemudahan layanan tersebut, ada ribuan pengemudi ojek online yang bekerja berjam-jam demi memenuhi target pendapatan harian.
Namun, durasi kerja yang panjang ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan, salah satunya Low Back Pain (LBP) non spesifik atau nyeri punggung bawah tanpa penyebab struktural yang jelas .
Isu ini dikaji dalam penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Fikes Umsida), Ardilia Gilang Putri.
Bersama dosen pembimbing Soffil Yudha Mulyadi,Ftr MKes . Penelitian tersebut menyoroti hubungan antara durasi kerja harian dan risiko LBP pada pengemudi ojek online di wilayah Sidoarjo.
Lihat Juga: Fisioterapi Lebih Akurat, Solusi Cerdas untuk Mahasiswa dan Praktisi
Mayoritas Bekerja Lebih dari 10 Jam per Hari
Hasil penelitian terhadap 97 responden menunjukkan bahwa sebagian besar pengemudi bekerja lebih dari 10 jam per hari.
Jam kerja yang panjang ini umumnya didorong oleh kebutuhan ekonomi dan target pendapatan yang harus dicapai setiap hari. Tidak sedikit pengemudi yang mulai bekerja sejak pagi hingga larut malam.
Secara statistik, penelitian tersebut menemukan adanya hubungan signifikan antara durasi kerja dan risiko LBP non spesifik dengan nilai p = 0,001 dan koefisien korelasi r = 0,571 . Artinya, semakin lama seseorang bekerja dalam sehari, semakin tinggi pula risiko mengalami keluhan nyeri punggung bawah.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat regulasi dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 menyebutkan bahwa jam kerja pengemudi transportasi umum maksimal 7 jam per hari . Kenyataannya, banyak pengemudi ojek online melampaui batas tersebut.
Postur Berkendara dan Tekanan pada Tulang Belakang

Low Back Pain non spesifik pada pengemudi ojek online tidak terjadi secara tiba-tiba. Duduk dalam posisi statis dalam waktu lama, postur membungkuk, serta getaran kendaraan akibat kondisi jalan yang tidak rata menjadi faktor utama pemicu keluhan .
Baca Juga: Peran Fisioterapi Umsida di FK Umsida Run 2026: Bantu Pemulihan dan Cegah Cedera Pelari
Ketika seseorang mempertahankan posisi duduk yang salah selama berjam-jam, otot punggung bagian bawah mengalami ketegangan terus-menerus.
Tekanan abnormal pada tulang belakang dapat memicu peradangan ringan, spasme otot, hingga penurunan stabilitas otot penopang tulang belakang .
Selain itu, jam kerja panjang tanpa istirahat yang cukup dapat menurunkan cadangan energi tubuh dan mempercepat kelelahan otot.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi nyeri kronis yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan produktivitas kerja.
Menariknya, sebagian besar responden dalam penelitian ini berada pada kategori minimal disability berdasarkan kuesioner Oswestry Disability Index . Meski demikian, kondisi tersebut tetap berpotensi memburuk apabila kebiasaan kerja tidak diperbaiki.
Perlunya Edukasi dan Intervensi Preventif
Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan preventif dalam menjaga kesehatan pengemudi ojek online. Edukasi mengenai postur duduk yang benar saat berkendara, pentingnya waktu istirahat, serta latihan peregangan otot punggung perlu diperkuat.
Platform penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi juga memiliki peran strategis dalam mendorong kebijakan kerja yang lebih sehat. Penjadwalan kerja yang fleksibel namun tetap memperhatikan batas aman jam kerja dapat menjadi salah satu solusi.
Selain itu, penggunaan jok motor yang lebih ergonomis serta pelatihan sederhana mengenai manajemen kelelahan bisa menjadi intervensi praktis yang berdampak besar.
Cek Juga: Manfaat Fisioterapi untuk Pemulihan dan Pencegahan Gangguan Gerak Tubuh
Pengemudi perlu menyadari bahwa produktivitas jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh lamanya bekerja, tetapi juga oleh kondisi kesehatan yang terjaga.
Jam kerja panjang mungkin terlihat sebagai jalan cepat untuk meningkatkan pendapatan. Namun, tanpa pengelolaan yang bijak, risiko Low Back Pain bisa menjadi konsekuensi jangka panjang yang merugikan.
Penelitian ini menjadi pengingat bahwa kesehatan tulang belakang para pengemudi ojek online adalah isu nyata yang membutuhkan perhatian bersama.
Sumber: Riset Mahasiswa Fisioterapi
Penulis: Elfira Armilia























