Fikes.umsida.ac.id – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menunjukkan prestasi membanggakan di bidang olahraga bela diri.
Abyan Lintang Valentino, mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) semester 2, berhasil meraih medali perak atau Juara 2 kategori Kata Perorangan Mahasiswa -60kg Putra dalam ajang Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026.
Kompetisi yang digelar oleh Forki Kota Malang tersebut berlangsung pada 2 Mei 2026 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kejuaraan ini mempertemukan atlet-atlet karate dari berbagai perguruan tinggi dan klub di Indonesia.
Menariknya, kategori kata menjadi pengalaman baru bagi Abyan karena selama ini dirinya lebih sering bertanding di nomor kumite atau pertarungan langsung.
“Selama ini saya memang lebih fokus di kumite karena lebih suka fight langsung. Baru kali ini saya turun di kategori kata dan alhamdulillah masih diberi rezeki juara,” ujarnya.
Lihat Juga: Medali Perunggu Pomprov Jatim 2025 Cabor Karate, Atlet Ini Persembahkan untuk Rumah Keduanya
Persiapan Kata Butuh Fokus dan Ketelitian

Berbeda dengan kumite yang mengandalkan pertarungan langsung, kategori kata lebih menuntut ketepatan teknik, kekuatan gerakan, serta penampilan di depan juri. Abyan mengaku harus melakukan penyesuaian latihan agar bisa tampil maksimal di kategori tersebut.
“Kalau di kata, latihan harus lebih ditekan lagi karena saya memang belum terlalu fokus di seni gerak karate. Jadi porsinya harus lebih banyak dan lebih ditekuni,” jelasnya.
Menurut Abyan, aspek yang paling diperhatikan juri dalam kategori kata adalah speed, power, dan penampilan secara keseluruhan. Setiap detail gerakan menjadi penilaian penting selama pertandingan berlangsung.
“Yang paling penting itu speed, power, dan penampilannya. Karena juri pasti memperhatikan semua detail gerakan yang kita tampilkan,” katanya.
Meski belum berhasil meraih medali emas, pencapaian juara dua di kategori kata menjadi pengalaman berharga yang membuka kesempatan baginya untuk berkembang di nomor lain selain kumite.
Baca Juga: Batu Karate Challenge Jadi Ajang Pembuktian Atlet Muda Umsida Raih Juara 3
Konsistensi dan Mental Jadi Kunci Prestasi

Abyan mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mengikuti beberapa kategori sekaligus adalah menjaga fokus dan kondisi tubuh selama pertandingan. Namun, ia berusaha menikmati setiap proses yang dijalani.
Menurutnya, kategori kumite tetap menjadi nomor yang paling menantang dan ia sukai karena memberikan sensasi adrenalin yang lebih besar dibanding kata.
“Tentu kumite lebih menantang karena kita bisa fight langsung melawan lawan dan adrenalinnya lebih terasa,” ungkapnya.
Di tengah kesibukan kuliah sebagai mahasiswa TLM, Abyan tetap berusaha menjaga keseimbangan antara akademik dan latihan karate. Ia percaya bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam meraih prestasi.
“Latihan tidak harus lama, tapi harus rutin. Yang penting konsisten dan tetap disiplin membagi waktu,” jelasnya.
Prestasi yang diraih Abyan di kategori kata perorangan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Umsida mampu berkembang di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.(Elfirarm).























