Fikes.umsida.ac.id – Momen Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi menjadi sangat berkesan bagi Yuyun Rahma Putri.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ( Umsida).
Pada momen tersebut, Yuyun tidak hanya resmi menyandang status sebagai tenaga kesehatan profesional, tetapi juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Studi Profesi Kebidanan Umsida.
Capaian tersebut terasa istimewa karena diraih melalui perjalanan yang penuh tantangan.
Selama menempuh pendidikan Yuyun menjalani peran ganda sebagai istri, ibu dengan anak balita, sekaligus mahasiswa yang tengah mengandung anak kedua.
Kondisi tersebut menuntut manajemen waktu, ketahanan mental, serta komitmen yang kuat terhadap pendidikan.
Yuyun mengakui bahwa fase awal perkuliahan menjadi masa paling berat.
Baca Juga: Tenaga Kesehatan Profesional Umsida Diteguhkan, Organisasi Profesi Turut Beri Penguatan
Namun, ia menanamkan kesadaran bahwa pendidikan kebidanan yang dijalaninya merupakan amanah besar, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat.
“Sejak awal aku tanamkan bahwa kuliah ini amanah, bukan sekadar gelar, tapi tanggung jawab sebagai calon bidan,” ujar ibu 2 anak itu.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah menghadapi ujian OSCE.
Rasa gugup dan takut sempat muncul, namun setelah melewatinya, ia menyadari bahwa proses pembelajaran justru membentuk keberanian dan kepercayaan diri.
Cek Juga: Ketua IBI Jatim Tekankan Etika Profesi pada Sumpah Profesi FIKES Umsida
Lulusan Terbaik sebagai Amanah Profesional

Predikat lulusan terbaik FIKES Umsida yang diterima Yuyun saat sumpah profesi bukanlah target yang ia kejar sejak awal.
Ia menyebut capaian tersebut sebagai bonus dari proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan dan keikhlasan.
“Yang aku rasakan bukan hanya senang, tapi tanggung jawab yang lebih besar. Gelar lulusan terbaik ini harus dibuktikan lewat sikap dan pelayanan,” tuturnya.
Yuyun menegaskan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan suami, keluarga, dosen Kebidanan Umsida, serta teman-teman seperjuangan yang saling menguatkan.
Baca Juga: Dosen Umsida Terjun Menjadi Relawan Bencana di Aceh
Harapan Masa Depan sebagai Bidan yang Berempati

Pasca kelulusan, Yuyun berencana fokus mengembangkan kompetensi di dunia kerja untuk memperkuat pengalaman praktik sebagai bidan.
Ia ingin membangun sensitivitas, empati, dan profesionalisme sebelum melangkah ke jenjang berikutnya.
“Belajar itu tidak berhenti saat lulus. Aku ingin memperbanyak pengalaman dulu, lalu suatu saat membuka praktik mandiri,” jelasnya.
Menutup ceritanya, Yuyun berpesan kepada mahasiswa FIKES Umsida agar tidak membandingkan proses diri dengan orang lain.
Baginya, setiap langkah kecil yang dijalani dengan niat baik akan mengantarkan pada hasil yang bermakna.
Penulis: Elfira Armilia























