sumber pexels tubuh

Pentingnya Postur Tubuh yang Baik untuk Generasi Muda dalam Meningkatkan Kesehatan

Fikes.umsida.ac.id – Kesehatan tubuh, terutama postur yang baik atau good posture, merupakan elemen penting yang sering diabaikan oleh pelajar. Aktivitas sehari-hari seperti duduk membungkuk saat belajar, penggunaan gadget dengan posisi tubuh yang salah, serta membawa beban berat tanpa memperhatikan teknik dapat menyebabkan masalah serius pada postur tubuh. Salah satu masalah yang paling umum adalah forward head posture (FHP), yaitu kondisi di mana kepala cenderung maju ke depan, mengganggu keseimbangan tubuh, dan menyebabkan ketegangan otot serta nyeri di leher dan punggung.

Baca juga: Fikes Umsida dan UBS Mojokerto Tingkatkan Kolaborasi Akademik Prodi Kebidanan

Kondisi ini menjadi perhatian besar di SMA Muhammadiyah 03 Tulangan, Sidoarjo. Berdasarkan wawancara dengan beberapa siswa, banyak di antara mereka yang mengalami kurangnya kesadaran tentang dampak bad posture. Sebagian besar siswa tidak menyadari bagaimana kebiasaan buruk mereka, seperti duduk dalam waktu lama tanpa posisi ergonomis, dapat memengaruhi kesehatan tulang belakang. Selain itu, keterbatasan media edukasi di sekolah membuat siswa sulit mendapatkan informasi yang relevan tentang cara menjaga postur tubuh yang baik.

Dalam konteks yang lebih luas, masalah bad posture ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga produktivitas. Ketidaknyamanan fisik akibat postur yang buruk dapat mengurangi konsentrasi belajar, meningkatkan risiko kelelahan, dan bahkan memengaruhi suasana hati. Oleh karena itu, langkah konkret untuk mengatasi masalah ini sangat diperlukan.

Program Edukasi Postur Tubuh yang Komprehensif dan Interaktif

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya good posture, tim Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melaksanakan program pengabdian masyarakat di SMA Muhammadiyah 03 Tulangan. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi kesehatan secara menyeluruh kepada siswa kelas X, khususnya kelas X A2, dengan total 24 peserta. Tujuannya adalah membangun pemahaman siswa mengenai dampak bad posture dan memberikan solusi praktis untuk mengatasinya.

Metode yang digunakan dalam program ini sangat interaktif dan menyenangkan. Kegiatan diawali dengan sesi ceramah dua arah yang diselingi diskusi untuk memberikan pemahaman teoretis. Selanjutnya, siswa diajak melakukan berbagai latihan fisik seperti Mckenzie Exercise, forward head posture exercise, dan deep neck flexor exercise. Latihan ini dirancang untuk memperbaiki postur tubuh, mengurangi nyeri leher, serta mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut pada tulang belakang.

Untuk membantu siswa memahami materi dengan lebih baik, tim juga menggunakan alat bantu seperti postural zone untuk mengukur postur tubuh dan memberikan demonstrasi praktis dengan matras serta foam roller. Selain itu, leaflet edukasi dibagikan kepada siswa agar mereka dapat mengulang latihan ini secara mandiri di rumah. Sesi tanya jawab yang aktif memungkinkan siswa menggali lebih dalam tentang pentingnya menjaga postur tubuh dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini tidak hanya berhenti pada siswa. Sebagai bagian dari keberlanjutan, edukasi juga diberikan kepada para guru melalui pembagian leaflet. Dengan demikian, para guru diharapkan dapat menjadi pendamping yang efektif bagi siswa dalam menjaga postur tubuh mereka selama di sekolah.

Hasil yang Menggembirakan dan Tantangan ke Depan

Program edukasi ini membuahkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, pengetahuan siswa mengenai good posture meningkat sebesar 50%. Kesadaran akan pentingnya menjaga postur tubuh juga melonjak hingga 75%, dengan lebih banyak siswa yang mulai bertanya dan menunjukkan minat pada materi yang disampaikan. Secara keseluruhan, 70% siswa mengalami peningkatan signifikan dalam skor tes mereka, menunjukkan bahwa metode yang digunakan efektif.

Sebelum program dilaksanakan, mayoritas siswa berada dalam kategori kesadaran rendah terhadap good posture. Namun, setelah program selesai, sebagian besar siswa berhasil mencapai kategori kesadaran baik. Grafik hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, membuktikan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan memiliki dampak yang nyata.

Meski hasilnya positif, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah memastikan keberlanjutan program ini agar siswa terus mempraktikkan latihan yang telah diajarkan. Selain itu, penyebaran informasi kepada siswa lain di luar kelas sasaran juga perlu menjadi perhatian, mengingat jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai 500 orang. Oleh karena itu, perlu dilakukan kolaborasi lebih lanjut dengan pihak sekolah untuk memperluas cakupan program.

Menjaga good posture bukan hanya soal penampilan, tetapi juga investasi besar untuk kesehatan jangka panjang. Program edukasi kesehatan di SMA Muhammadiyah 03 Tulangan menunjukkan bahwa perubahan positif bisa dimulai dari langkah kecil, seperti memberikan pemahaman tentang pentingnya postur tubuh yang baik. Dengan metode yang interaktif dan praktis, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat mereka praktikkan secara mandiri.

Program ini membuktikan bahwa edukasi sejak dini sangat penting untuk mencegah dampak buruk bad posture di masa depan. Harapannya, program serupa dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain, sehingga generasi muda Indonesia dapat tumbuh dengan kesehatan yang optimal dan produktivitas yang lebih baik.

Sumber: Widi Arti Edukasi Kesehatan :Membangun KesadaranGood PostureuntukPeningkatan Kualitas Kesehatan dan Produktifitas Pelajar SMA Muhmamadiyah 03 Tulangan Sidoarjo

Penulis: Ayunda H

Berita Terkini

FIKES Umsida dan STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Kolaborasi Kembangkan Pembelajaran RPL
January 6, 2026By
Benchmarking Kurikulum OBE, FIKES Umsida Gandeng Politeknik Indonusa Surakarta
December 30, 2025By
Dosen Umsida Terjun Menjadi Relawan Bencana di Aceh
December 26, 2025By
Rektor Umsida Tegaskan Sumpah Profesi sebagai Fondasi Profesionalisme Lulusan FIKES
December 18, 2025By
Puluhan Lulusan FIKES Umsida Resmi Disumpah, Siap Berkiprah sebagai Tenaga Kesehatan Profesional
December 17, 2025By
Hospital Visit D4 MIK Umsida di RS Saiful Anwar: Mahasiswa Pelajari Implementasi Rekam Medis Elektronik
December 10, 2025By
Inovasi Laboratorium Umsida Mencuri Perhatian dalam Diseminasi Nasional KILab 2025
December 8, 2025By
Mengenal Dunia Kesehatan Lebih Dekat: School Visit FIKES Umsida Hadir di SMK Pandaan
November 26, 2025By

Prestasi

Batu Karate Challenge Jadi Ajang Pembuktian Atlet Muda Umsida Raih Juara 3
January 7, 2026By
Perjuangan Hingga Final, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Batu Karate Challenge
January 5, 2026By
Rafi Bagus Pradenta Ukir Juara 1 Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3 Lewat Usaha dan Doa
January 3, 2026By
Debut Perdana di UPSCC 2025, Ria A. Arif Persembahkan Medali Perak untuk Umsida
January 2, 2026By
Konsistensi yang Berbuah Prestasi, Meiska Putri Yandri Raih Lulusan Terbaik MIK Umsida
January 1, 2026By
Di Tengah Peran Ganda, Yuyun Rahma Putri Raih Lulusan Terbaik FIKES Umsida
December 31, 2025By
Kisah Perjalanan Maura Aulia Ismail Menjadi Lulusan Terbaik MIK Umsida
December 27, 2025By
Prestasi Nasional, Mahasiswa TLM Umsida Sabet Juara 1 Poster PKM-RE PIMTANAS
December 24, 2025By

Opini

Mahasiswa baru
Kenapa Harus S1 Fisioterapi Umsida? Ini Keunggulan dan Peluang Kariernya
January 14, 2026By
Waktu Penyembuhan Patah Tulang Kaki Tidak Sama, Ini Penyebabnya
January 13, 2026By
Sering Minum Teh Saat Hamil? Simak Dampak dan Tips Aman Konsumsinya
January 12, 2026By
Keseleo Jangan Dianggap Sepele, Ini Cara Aman Mengatasinya Agar Cepat Pulih
January 10, 2026By
Sering Tak Disadari, Osteoporosis Bisa Mengintai Sejak Usia Produktif
January 9, 2026By