Fikes.umsida.ac.id – Menjadi ibu baru bukan hanya tentang kebahagiaan menyambut kelahiran bayi, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan, salah satunya produksi ASI yang tidak lancar.
Kondisi ini sering membuat ibu merasa cemas hingga akhirnya memilih memberikan susu formula lebih awal.
Padahal, ada solusi alami yang dinilai efektif membantu meningkatkan produksi ASI, yakni pijat oksitosin.
Riset yang dilakukan dosen Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida).
Membahas mengenai efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum normal .
Lihat Juga: Asam Folat Untuk Ibu Hamil? Ini Kata Pakar Kebidanan Umsida
Produksi ASI Jadi Tantangan Banyak Ibu Baru

ASI eksklusif memiliki manfaat besar bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap dan anti infeksi yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi . Namun kenyataannya, tidak semua ibu mampu memberikan ASI secara optimal di awal masa menyusui.
Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa saat kontrol hari ketujuh setelah melahirkan, sekitar 50 persen ibu sudah membawa susu formula untuk bayinya karena merasa produksi ASI mereka kurang . Banyak ibu menganggap bayinya rewel karena ASI yang keluar sedikit.
Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari stres, kelelahan, kurangnya dukungan keluarga, hingga kondisi psikologis ibu setelah melahirkan. Faktor hormonal, khususnya hormon oksitosin dan prolaktin, juga sangat berpengaruh terhadap kelancaran produksi ASI.
Pijat Oksitosin Bantu Tubuh Lebih Rileks

Pijat oksitosin merupakan teknik pijat di sepanjang tulang belakang hingga area tulang rusuk tertentu yang bertujuan merangsang hormon oksitosin setelah melahirkan . Hormon ini berperan penting dalam membantu pengeluaran ASI.
Menariknya, manfaat pijat oksitosin bukan hanya pada aspek fisik, tetapi juga psikologis.
Saat tubuh lebih rileks dan nyaman, ibu menjadi lebih tenang sehingga hormon oksitosin meningkat dan produksi ASI menjadi lebih lancar.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara ibu yang mendapatkan pijat oksitosin dan yang tidak.
Ibu yang mendapatkan pijatan cenderung memiliki produksi ASI lebih baik dan ASI keluar lebih cepat, bahkan sejak hari kedua setelah melahirkan .
Sebaliknya, pada kelompok ibu tanpa pijat oksitosin, ASI cenderung keluar lebih lambat, yakni sekitar hari ketiga hingga keempat.
Baca Juga: Penjelasan Cara Kerja Vaksin dalam Tubuh Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua
Intervensi Sederhana yang Berdampak Besar
Penelitian ini memperlihatkan bahwa intervensi sederhana seperti pijat oksitosin ternyata memiliki dampak besar dalam membantu keberhasilan ASI eksklusif. Teknik ini juga relatif mudah dilakukan dan dapat menjadi salah satu bentuk intervensi mandiri bidan dalam pelayanan ibu nifas.
Selain membantu meningkatkan produksi ASI, pijat oksitosin juga dapat memperkuat kedekatan emosional ibu dengan bayi. Ketika ibu merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menyusui, proses bonding dengan bayi pun menjadi lebih baik.
Melalui penelitian ini berharap masyarakat khususnya ibu post partum, dapat memperoleh pengetahuan lebih luas tentang cara alami meningkatkan produksi ASI.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan menyusui bukan hanya soal nutrisi bayi, tetapi juga tentang kenyamanan, dukungan, dan kesiapan emosional seorang ibu dalam menjalani fase barunya. (Elfirarm).
Sumber: Riset Sri Mukhodim F.H. SST MM MKes & Tim.























