Riset Ungkap Rendahnya Kesadaran Kebersihan Kolam Renang dan Risikonya bagi Kesehatan

Fikes.umsida.ac.id – Fasilitas umum seperti kolam renang sering menjadi pilihan masyarakat untuk berolahraga sekaligus rekreasi. Namun, di balik kenyamanan tersebut, terdapat persoalan yang sering terabaikan, yakni rendahnya kesadaran terhadap kebersihan dan sanitasi lingkungan.

Riset yang dilakukan oleh dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Chylen Setiyo Rini SSi MSi bersama tim menemukan bahwa kualitas kebersihan fasilitas umum, khususnya air kolam renang, masih belum memenuhi standar kesehatan .

Kebersihan yang Terlihat Belum Tentu Aman
Kolam Renang
Sumber : AI

Banyak masyarakat menilai kebersihan hanya dari tampilan fisik, seperti air yang jernih atau lingkungan yang tampak bersih. Padahal, secara mikrobiologi, kondisi tersebut belum tentu aman.

Penelitian menunjukkan bahwa air kolam renang dapat terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Escherichia coli dan Salmonella sp., meskipun secara kasat mata terlihat bersih.

Baca Juga: Gaya Hidup Modern Picu Diabetes dan Gangguan Metabolik, Ini Penjelasannya

Padapenelitian disebutkan juga bahwa sampel air yang diuji menunjukkan adanya pertumbuhan kedua bakteri tersebut.

“Air kolam renang yang tidak diolah dengan baik dapat terkontaminasi mikroorganisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan,” dijelaskan dalam penelitian tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa kebersihan fasilitas umum tidak cukup dinilai secara visual, tetapi harus melalui pemeriksaan ilmiah.

Risiko Kesehatan yang Mengintai Pengguna
kolam renang
Sumber: AI

Rendahnya kualitas sanitasi fasilitas umum dapat berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Bakteri seperti E. coli dan Salmonella diketahui dapat menyebabkan penyakit seperti diare dan demam tinggi.

Kondisi ini tentu menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang sering menggunakan fasilitas umum tanpa menyadari risiko yang ada.

Selain itu, kurangnya kesadaran pengguna juga memperparah kondisi. Kebiasaan seperti tidak menjaga kebersihan diri sebelum dan sesudah menggunakan fasilitas umum dapat mempercepat penyebaran mikroorganisme.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masalah kebersihan bukan hanya tanggung jawab pengelola, tetapi juga pengguna fasilitas.

Lihat Juga : Olah Limbah Cangkang Kupang, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 PKP2 PTMA 2025

Perlu Kesadaran dan Pengelolaan yang Lebih Baik

Temuan dalam riset ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan fasilitas umum. Edukasi mengenai pentingnya sanitasi dan perilaku hidup bersih perlu terus dilakukan.

Di sisi lain, pengelola fasilitas juga harus memastikan bahwa sistem pengolahan air dan sanitasi berjalan sesuai standar.

Penggunaan desinfektan seperti klorin harus dilakukan dengan tepat agar efektif membunuh mikroorganisme tanpa menimbulkan dampak negatif.

Baca Juga: Puasa Bisa Memengaruhi Hasil Tes Laboratorium? Ini Penjelasan Dosen TLM Umsida

“Pengelolaan air kolam renang harus memenuhi standar fisika, kimia, dan mikrobiologi agar aman digunakan,” sebagaimana dijelaskan dalam penelitian.

Dengan kombinasi antara kesadaran pengguna dan pengelolaan yang baik, fasilitas umum dapat menjadi tempat yang aman dan sehat bagi masyarakat.

Pada akhirnya, menjaga kebersihan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga tentang melindungi kesehatan bersama.

Sumber: Riset Chylen Setiyo Rini SSi MSi 

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By
Dosen Umsida Lakukan Edukasi Kesehatan Mental Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
April 16, 2026By
PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan
February 7, 2026By
PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan
February 6, 2026By
Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
February 3, 2026By
FIKES Umsida Perkuat Kesiapan Mahasiswa lewat Program Pre Klinik S1 Fisioterapi
January 30, 2026By

Prestasi

Mahasiswa TLM Umsida Sabet Perak Kategori Kata di Piala Rektor UMM 2026
May 8, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Kumite U21 di Kejuaraan Karate Nasional 2026
May 7, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di Piala Rektor UMM 2026
May 6, 2026By
Mahasiswa D4 MIK Umsida Raih Terbaik Pemberdayaan Masyarakat di PILMAPRES PTMA 2026
April 23, 2026By
Keren! Tim D4 MIK Umsida Sabet Juara 1 Nasional di IMRC 2026
April 22, 2026By
Bangga! Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara di Physiofest Nasional 2026
April 8, 2026By
Batu Karate Challenge Jadi Ajang Pembuktian Atlet Muda Umsida Raih Juara 3
January 7, 2026By
Perjuangan Hingga Final, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Batu Karate Challenge
January 5, 2026By

Opini

Hipertensi Diam-Diam Mengancam, Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
May 2, 2026By
Penjelasan Cara Kerja Vaksin dalam Tubuh Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua
April 28, 2026By
Bolehkah Ibu Hamil Muda Minum Air Kelapa? Ini Manfaat dan Aturannya
April 11, 2026By
Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini Manfaat Asam Folat untuk Janin
March 31, 2026By
Manfaat Jalan 7000 Langkah Sehari, Lebih Realistis dan Tetap Sehat
March 30, 2026By