Riset Dosen TLM Ungkap Hubungan Merokok dan Risiko Kesehatan Mahasiswa

Fikes.umsida.ac.id – Mobilitas tinggi dan gaya hidup mahasiswa kerap dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, terutama di lingkungan perkotaan yang padat kendaraan dan aktivitas industri.

Dua faktor yang sering dianggap berpengaruh adalah kebiasaan merokok dan jarak tempuh perjalanan harian.

Faktor tersebut menjadi dasar penelitian yang dilakukan oleh Galuh Ratmana Hanum, S Si M Si, dosen Program Studi D-IV Teknologi Laboratorium Medis (TLM).

Baca Selengkapnya: Lolos Kilab 2025, Fikes Umsida Kolaborasi Buat Mannequin Akupresur dengan LED dan Audio Indicator

Bersama Reza Verindah mahasiswa TLM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida).

Riset tersebut mengkaji hubungan antara jarak tempuh, kebiasaan merokok dan kadar karboksihemoglobin (COHb) pada mahasiswa laki-laki.

Asap Rokok dan Kendaraan sebagai Faktor Risiko
Sumber: Pexels

Secara teori, karbon monoksida (CO) dari asap kendaraan dan rokok dapat berikatan dengan hemoglobin membentuk karboksihemoglobin (COHb), yang menghambat distribusi oksigen ke seluruh tubuh.

Mahasiswa yang terpapar asap kendaraan bermotor atau memiliki kebiasaan merokok seharusnya berisiko mengalami peningkatan kadar COHb.

Data penelitian menunjukkan variasi kadar COHb pada responden dengan jarak tempuh berbeda maupun jumlah konsumsi rokok harian.

Mahasiswa yang merokok 10–15 batang per hari cenderung memiliki kadar lebih tinggi dibandingkan yang tidak merokok, meskipun seluruh responden tetap berada di bawah ambang batas normal sesuai regulasi Kementerian Kesehatan.

Ketika Persepsi Risiko Tak Selalu Sejalan dengan Data

Menariknya, hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan antara jarak tempuh maupun kebiasaan merokok terhadap kadar COHb (p>0,05).

Seluruh responden memiliki kadar di bawah 3,5 persen, yang berarti masih dalam batas normal.

Temuan ini menantang persepsi umum bahwa setiap paparan otomatis berujung pada gangguan biologis terukur.

Faktor seperti waktu pengambilan sampel saat masa libur kuliah, penggunaan masker saat berkendara, serta kondisi lingkungan turut memengaruhi hasil.

Cek Juga: Riset Ungkap Bahaya Penggunaan Minyak Goreng Berulang bagi Kesehatan

Dengan kata lain, risiko kesehatan tidak selalu bersifat linear dan dipengaruhi banyak variabel.

Edukasi Kesehatan dan Kesadaran Preventif

Meski kadar COHb masih normal, sebagian mahasiswa melaporkan gejala seperti mudah lelah dan pusing.

Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan preventif dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan.

Riset yang dilakukan Galuh Ratmana Hanum dan Reza Verindah memberikan data dasar yang penting bagi kampus untuk merancang strategi edukasi berbasis bukti ilmiah.

Cek Selengkapnya: Gejala Toksisitas Akibat Ekstrak Bunga Turi Putih, Apa yang Terjadi pada Tikus Setelah Diberi Dosis Tinggi

Persepsi risiko perlu dibangun tidak hanya melalui kekhawatiran, tetapi melalui pemahaman ilmiah yang komprehensif.

Mahasiswa sebagai generasi muda perlu menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari, termasuk merokok dan mobilitas tinggi, tetap memiliki potensi dampak jangka panjang.

Pendekatan preventif menjadi kunci untuk menjaga kesehatan di tengah kehidupan kampus yang semakin kompleks.

Sumber: Riset Galuh Ratmana Hanum, SSi MSi

Penulis:Elfira Armilia

Berita Terkini

FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By
Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By

Prestasi

Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By
Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
June 30, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
Tim MIK Umsida Raih Juara 1 Hardikes National Competition 2026
June 17, 2026By
Mahasiswa MIK Umsida Raih Juara 3 Nasional lewat Poster Rekam Medis Inspiratif
June 15, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By