Riset Ungkap Bahaya Penggunaan Minyak Goreng Berulang bagi Kesehatan

Fikes.umsida.ac.id – Kenaikan harga minyak goreng kerap mendorong masyarakat untuk menggunakan minyak secara berulang dalam aktivitas memasak sehari-hari.

Kebiasaan ini terlihat wajar di dapur rumah tangga, namun menyimpan risiko kesehatan yang sering kali tidak disadari.

Riset yang dilakukan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida).

Melalui riset laboratorium, Galuh Ratmana Hanum, SSi MSi, dosen Program Studi D-IV Teknologi Laboratorium Medis (TLM).

Baca Juga: Seminar Biologi Molekuler FIKES Umsida Bahas Diagnosis Virus Global Terkini

Bersama mahasiswanya Intan Febiola Arianing, mengkaji dampak penggunaan minyak goreng kelapa sawit berulang terhadap kualitas kimia minyak dan potensi risikonya bagi kesehatan.

Penelitian ini menempatkan minyak goreng bukan sekadar bahan pangan, melainkan sebagai objek ilmiah yang mengalami perubahan kimia signifikan seiring lamanya pemakaian.

Perubahan Kualitas Kimia Minyak Goreng

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama minyak goreng digunakan, semakin besar degradasi kualitas kimia yang terjadi.

Trigliserida sebagai komponen utama minyak mengalami penurunan kadar akibat reaksi hidrolisis dan oksidasi selama proses penggorengan berulang.

Perubahan tersebut ditandai dengan pergeseran warna minyak dari kuning jernih menjadi kecoklatan, penurunan densitas, serta penurunan kadar trigliserida.

Baca Selengkapnya: Olah Limbah Cangkang Kupang, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 PKP2 PTMA 2025

Secara statistik, lama penggunaan minyak goreng terbukti berpengaruh signifikan terhadap aroma, warna, densitas, dan kadar trigliserida, meskipun tidak berpengaruh signifikan terhadap pH.

Temuan ini menegaskan bahwa perubahan visual dan fisik minyak sejatinya mencerminkan perubahan kimia yang lebih kompleks dan berisiko.

 Risiko Kesehatan
Sumber: Pexels

Kerusakan trigliserida tidak berhenti pada penurunan mutu minyak, tetapi berdampak langsung pada kesehatan konsumen.

Proses degradasi minyak goreng memicu terbentuknya asam lemak bebas, lemak trans dan radikal bebas.

Senyawa-senyawa tersebut diketahui berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol jahat serta risiko penyakit jantung koroner jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Riset yang dilakukan  ini menunjukkan bahwa praktik penggunaan minyak goreng berulang bukan sekadar persoalan ekonomi rumah tangga, melainkan persoalan kesehatan jangka panjang yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Lihat Selengkapnya: Perjuangan Hingga Podium, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Batu Karate Challenge

Peran Edukasi Laboratorium dalam Kesadaran Pangan Sehat

Temuan ini menegaskan pentingnya peran riset laboratorium dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan.

Melalui pendekatan ilmiah berbasis data, Galuh Ratmana Hanum dan Intan Febiola Arianing menyoroti bahwa dapur rumah tangga adalah ruang strategis dalam pencegahan penyakit tidak menular.

Edukasi tentang bahaya penggunaan minyak goreng berulang perlu terus diperkuat, tidak hanya melalui imbauan kesehatan, tetapi juga melalui bukti ilmiah yang mudah dipahami.

Kesadaran untuk membatasi penggunaan minyak goreng berulang merupakan langkah sederhana namun krusial dalam menjaga kesehatan keluarga secara berkelanjutan.

Sumber: Riset Galuh Ratmana Hanum, SSi MSi

Penulis:Elfira Armilia

Berita Terkini

Wisudawan Kebidanan Umsida Raih Juara 2 Nasional Lewat Esai Hipnobirthing
October 30, 2026By
Nabila Raih Predikat Wisudawan Terbaik MIK Umsida dengan IPK 3,95
October 29, 2026By
Wisudawan Terbaik FIKP Umsida, Febryan Nidya Pramesti Raih IPK 3,91
October 28, 2026By
Wisudawan Kebidanan Umsida Nanda Fitriana Raih Juara 1 Kompetisi Video Edukasi Nasional
October 27, 2026By
Lulusan TLM FIKP Umsida Asal Flores Buktikan Pendidikan Tanpa Batas Perbedaan
October 26, 2026By
Dari Sidoarjo ke Skotlandia, Alumni Psikologi Umsida Sukses Raih LPDP
October 23, 2026By
33 Mahasiswa D4 MIK Umsida Lulus UKOMNAS 2026 dengan Capaian 100 Persen Kompeten
September 8, 2026By
D4 TLM Umsida Sukses Lalui UKOMNAS 2026
September 7, 2026By

Prestasi

Wisudawan Kebidanan Umsida Raih Juara 2 Nasional Lewat Esai Hipnobirthing
October 30, 2026By
Nabila Raih Predikat Wisudawan Terbaik MIK Umsida dengan IPK 3,95
October 29, 2026By
Wisudawan Terbaik FIKP Umsida, Febryan Nidya Pramesti Raih IPK 3,91
October 28, 2026By
Wisudawan Kebidanan Umsida Nanda Fitriana Raih Juara 1 Kompetisi Video Edukasi Nasional
October 27, 2026By
Dari Sidoarjo ke Skotlandia, Alumni Psikologi Umsida Sukses Raih LPDP
October 23, 2026By
Dua Mahasiswa Berprestasi di Balik Yudisium II Psikologi Umsida
October 16, 2026By
Tim Fisioterapi Umsida Raih Juara 1 Mediheal Competition 2026
September 28, 2026By
Raih Best Presenter 1 KILAT 2026, Laboran TLM Umsida Ciptakan AGARUT
September 15, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By