Riset Dosen Kebidanan Ungkap Minimnya ANC pada Ibu Hamil Remaja dan Risiko terhadap Janin

Fikes.umsida.ac.id – Kehamilan remaja bukan hanya persoalan usia yang terlalu dini, tetapi juga soal kesiapan mental dan kepatuhan terhadap perawatan kehamilan.

Salah satunya riset yang dilakukan dosen Prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida)

Sri Mukhodim Faridah Hanum, SST  MM MKes menjelaskan minimnya kunjungan antenatal care (ANC) pada ibu hamil.

Yang ada di Desa Watutulis, Prambon, Sidoarjo.

Seluruh responden dalam studi ini merupakan remaja usia 15–19 tahun yang jarang melakukan ANC.

Bahkan ada yang hanya memeriksakan diri satu hingga dua kali selama kehamilan.

Baca Juga: Laboran Kebidanan Umsida Tunjukkan Inovasinya di Ajang Nasional KILab 2025

Padahal, ANC merupakan fondasi utama dalam mendeteksi risiko kehamilan, memantau tumbuh kembang janin, serta mencegah komplikasi sejak dini.

Kehamilan Remaja dan Rendahnya Kepatuhan ANC

Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil remaja mengalami stres dan depresi akibat ketidaksiapan menerima kehamilan.

Kondisi psikologis ini berdampak pada rendahnya motivasi untuk memeriksakan kehamilan secara rutin.

Dua responden hanya melakukan ANC dua kali, sementara satu responden hanya sekali, bahkan ada yang memeriksakan diri karena dipaksa orang tua.

Cek Juga: Cegah Pernikahan Dini Dimulai dari Rumah: Pentingnya Pendidikan Orang Tua

Menurut standar kebidanan, pemeriksaan kehamilan seharusnya dilakukan secara berkala: setiap empat minggu pada trimester awal, dua minggu pada trimester kedua dan seminggu sekali menjelang persalinan.

Ketidakteraturan ANC membuat risiko komplikasi tidak terpantau dengan baik.

Risiko terhadap Janin yang Kerap Terabaikan
Sumber: Pexels

Minimnya ANC pada ibu hamil remaja berpotensi meningkatkan risiko terhadap janin.

Dalam pembahasan penelitian disebutkan bahwa kondisi psikologis yang tidak stabil dan kurangnya kontrol kehamilan dapat berkontribusi pada risiko gangguan perkembangan janin, termasuk kemungkinan cacat bawaan.

Beberapa responden bahkan mengaku tidak merawat kehamilannya secara optimal dan berniat menyerahkan bayi kepada orang lain setelah lahir. Hal ini menunjukkan adanya jarak emosional antara ibu dan janin yang dikandungnya.

Cek Selengkapnya: Mengungkap Kerentanan Ibu Primigravida terhadap Emesis Gravidarum, Tantangan Awal Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Ketidaksiapan menjadi orang tua memperbesar potensi pengabaian, baik selama kehamilan maupun setelah bayi lahir.

Perlunya Pendekatan Empatik dalam Pelayanan Kebidanan

Temuan Sri Mukhodim Faridah Hanum menegaskan bahwa persoalan ANC pada ibu hamil remaja tidak semata-mata soal akses, tetapi juga soal penerimaan psikologis dan dukungan sosial.

Rasa malu, takut dimarahi dan tekanan lingkungan membuat remaja enggan datang ke fasilitas kesehatan.

Oleh karena itu, pendekatan kebidanan komunitas yang empatik dan tidak menghakimi menjadi sangat penting.

Edukasi tentang pentingnya ANC perlu disampaikan dengan bahasa yang suportif, bukan menekan.

Kehamilan remaja memang penuh risiko, tetapi dengan pendampingan yang tepat, risiko terhadap ibu dan janin dapat diminimalkan.

Pada akhirnya, memastikan remaja hamil mendapatkan ANC yang memadai bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat sekitar.

Sumber: Riset Sri Mukhodim Faridah Hanum, SST  MM MKes

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

Hospital Laboratory Visit Jadi Bekal Mahasiswa TLM Umsida Mengenal Praktik Laboratorium Klinik
July 3, 2026By
Kolaborasi Internasional Psikologi Umsida dan Malaysia, AI Jadi Sorotan dalam Dunia Pendidikan
July 1, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Pesan Prof Hana untuk Lulusan Psikologi Umsida: Jangan Batasi Diri untuk Terus Berkembang
June 19, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By

Prestasi

Bekerja Sambil Kuliah, Anjar Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 17, 2026By
Kisah Rizka Ardilah, Ibu Muda yang Jadi Lulusan Terbaik Psikologi Umsida
July 15, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara 2 Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026
July 10, 2026By
Mahasiswa Psikologi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat 8th UNSC 2026
June 30, 2026By
Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi Psikologi Umsida Bagikan Kisah Perjuangan Mereka
June 22, 2026By
Perjalanan Ghozali Rusyid Meraih Gelar Doktor tanpa melalui ujian terbuka
June 18, 2026By
Tim MIK Umsida Raih Juara 1 Hardikes National Competition 2026
June 17, 2026By
Mahasiswa MIK Umsida Raih Juara 3 Nasional lewat Poster Rekam Medis Inspiratif
June 15, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By