temu putih

Temu Putih untuk Kesembuhan Luka Operasi: Solusi Alami dari Riset FIKES Umsida

fikes.umsida.ac.id- Dalam dunia medis modern, pencarian solusi alami untuk mempercepat penyembuhan luka pasca bedah terus berkembang. Salah satu yang menarik perhatian adalah pemanfaatan temu putih (Curcuma zedoaria).

Baca Juga: Potensi Alpinia Galanga sebagai Agen Antibakteri terhadap Bacillus subtilis dan Escherichia coli

Penelitian inovatif dari dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Fikes Umsida), Ratna Wulandari dan Puspitasari, menunjukkan bahwa infusa rimpang temu putih berpengaruh signifikan terhadap jumlah leukosit dan proses penyembuhan luka laparatomi. Temuan ini memberikan harapan baru dalam pemanfaatan herbal sebagai pendamping terapi medis pascaoperasi.

Temu Putih dan Potensinya dalam Dunia Medis
temu putih
Sumber Google Images

Temu putih, atau Curcuma zedoaria, merupakan tanaman herbal yang dikenal sejak lama memiliki khasiat antiinflamasi dan antioksidan. Dalam konteks penyembuhan luka, senyawa aktif seperti kurkumin, flavonoid, dan minyak atsiri di dalam rimpang temu putih berfungsi melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan.

Penelitian ini dilakukan menggunakan 24 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi empat kelompok: kelompok kontrol tanpa infusa dan tiga kelompok perlakuan dengan infusa Curcuma zedoaria konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Setelah dilakukan pembedahan laparatomi, tikus diberikan infusa sesuai kelompok masing-masing selama tujuh hari, lalu diamati perkembangan jumlah leukosit dan differential counting (diffcount).

Hasilnya menunjukkan bahwa Curcuma zedoaria efektif menurunkan jumlah leukosit total pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol. Kondisi leukositosis (peningkatan leukosit akibat stres atau infeksi) dapat diminimalisir secara signifikan dengan pemberian infusa Curcuma zedoaria terutama pada konsentrasi 15%. Ini membuktikan bahwa Curcuma zedoaria mampu mempercepat respon imun tubuh dan mendukung proses regenerasi jaringan.

Hasil Penelitian: Data Nyata, Harapan Nyata

Data dari penelitian menyebutkan bahwa konsentrasi 15% infusa temu putih paling efektif dalam menurunkan jumlah leukosit total, sementara konsentrasi 20% paling optimal dalam mengurangi jumlah granulosit. Adapun untuk sel limfosit dan monosit, hasil terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi infusa 15% dan 10% secara berturut-turut.

Hal ini menunjukkan bahwa efek imunomodulator dari temu putih tidak hanya sekadar mitos atau warisan pengobatan tradisional, namun memiliki dasar ilmiah yang kuat. Proses inflamasi yang biasanya terjadi pascaoperasi dapat ditekan, mengurangi risiko komplikasi seperti infeksi luka atau peradangan berkepanjangan.

Selain itu, pemberian infusa secara oral melalui metode sonde juga mencerminkan pendekatan non-invasif yang ramah bagi pasien, terutama yang sedang dalam proses pemulihan pascabedah. Hal ini membuka peluang baru untuk pemanfaatan fitoterapi sebagai bagian dari manajemen luka pascaoperasi di layanan kesehatan.

Integrasi Fitoterapi ke Dunia Kesehatan Modern

Riset ini menjadi bukti kuat bahwa fitoterapi, terutama dengan menggunakan tanaman seperti temu putih, memiliki peran penting dalam mendukung pengobatan modern. Terutama dalam konteks pelayanan kesehatan berbasis laboratorium dan teknologi kedokteran, pendekatan ini menawarkan alternatif yang lebih aman, terjangkau, dan minim efek samping.

Dalam jangka panjang, pemanfaatan temu putih juga dapat menjadi bagian dari integrasi pelayanan kesehatan berbasis komunitas, seperti pemanfaatan jamu dan tanaman lokal. Apalagi, masyarakat Indonesia telah lama mengenal temu putih sebagai bahan dasar jamu untuk berbagai keluhan kesehatan, mulai dari pencernaan hingga pembersihan darah.

Baca Juga: Ekstrak Bunga PepayaTerbukti Turunkan Risiko Peradangan

Penelitian mengenai infusa rimpang temu putih dalam membantu kesembuhan luka pasca laparatomi ini membuktikan bahwa bahan alami pun dapat memberikan hasil signifikan jika diteliti secara ilmiah. Temu putih tidak hanya menurunkan jumlah leukosit dan mendukung respons imun, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi di bidang fitomedis.

Dengan hasil yang menjanjikan dari konsentrasi infusa 15% dan 20%, temu putih layak dikembangkan lebih lanjut, tidak hanya untuk hewan coba tetapi juga untuk uji klinis pada manusia. Inovasi ini juga sejalan dengan prinsip kesehatan berkelanjutan dan pendekatan pengobatan holistik yang kini makin digalakkan di berbagai institusi pendidikan kesehatan, termasuk Fikes Umsida.

Sumber: Pengaruh Infusa Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) Terhadap Jumlah Leukosit Dan Differential Counting (Diffcount) Pada Kesembuhan Luka Laparatomi Pasca Bedah Ratna Wulandari

Penulis: Novia

Berita Terkini

OSCE TLM Umsida 2026 Uji Nyata Skill Mahasiswa di Dunia Laboratorium Medis
May 1, 2026By
Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
April 30, 2026By
OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
April 17, 2026By
Dosen Umsida Lakukan Edukasi Kesehatan Mental Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
April 16, 2026By
PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan
February 7, 2026By
PKL Dasar dan Lanjutan D4 TLM Umsida Jadi Bekal Penting Mahasiswa Hadapi Industri Kesehatan
February 6, 2026By
Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
February 3, 2026By
FIKES Umsida Perkuat Kesiapan Mahasiswa lewat Program Pre Klinik S1 Fisioterapi
January 30, 2026By

Prestasi

kupang
Inovasi Limbah Cangkang Kupang Antar Tim TLM Umsida Lolos PKM-AI 2026
June 3, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Nasional Choir Mars Muhammadiyah-‘Aisyiyah
May 20, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Sabet Perak Kategori Kata di Piala Rektor UMM 2026
May 8, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Kumite U21 di Kejuaraan Karate Nasional 2026
May 7, 2026By
Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di Piala Rektor UMM 2026
May 6, 2026By
Mahasiswa D4 MIK Umsida Raih Terbaik Pemberdayaan Masyarakat di PILMAPRES PTMA 2026
April 23, 2026By
Keren! Tim D4 MIK Umsida Sabet Juara 1 Nasional di IMRC 2026
April 22, 2026By
Bangga! Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara di Physiofest Nasional 2026
April 8, 2026By

Opini

Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By
Sering Lemas dan Pusing? Bisa Jadi Tanda Anemia Kambuh
May 17, 2026By