Rekam Medis Tidak Lengkap Jadi Masalah Utama, Ini Dampaknya bagi Pelayanan Rumah Sakit

Fikes.umsida.ac.id -Di balik berbagai persoalan pelayanan rumah sakit, ada satu masalah mendasar yang sering tidak terlihat, yakni ketidaklengkapan data rekam medis.

Padahal, rekam medis merupakan fondasi utama dalam menentukan diagnosis, tindakan medis, hingga proses administrasi kesehatan.

Riset yang dilakukan oleh dosen Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida), Resta Dwi Y. STrKes MKM, Suci Ariani SKom MSc.

Serta dosen Fisioterapi Herista Novia Widanti, Ftr MFis menjelaskan bahwa ketidaklengkapan data menjadi salah satu penyebab utama ketidakakuratan pengodean diagnosis cedera .

Lihat Juga: PKL D4 MIK Umsida Jadi Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja Kesehatan

Diagnosis Tidak Spesifik Jadi Masalah Utama
Sumber: Pexels

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah masih banyaknya diagnosis yang ditulis tidak secara spesifik oleh dokter. Informasi penting seperti jenis cedera, lokasi detail, hingga kondisi terbuka atau tertutup sering kali tidak dicantumkan secara lengkap.

Akibatnya, koder mengalami kesulitan dalam menentukan kode diagnosis yang tepat sesuai standar ICD-10. Padahal, setiap detail dalam rekam medis memiliki peran penting dalam proses pengodean.

Lihat Selengkapnya: Penguatan Kompetensi Mahasiswa D4 MIK Umsida melalui Interprofessional Education (IPE)

“Ketidakakuratan pengodean diagnosis disebabkan oleh diagnosis yang tidak spesifik dan informasi yang tidak lengkap dalam rekam medis,” sebagaimana dijelaskan dalam penelitian tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah bukan hanya terletak pada proses pengodean, tetapi juga pada tahap awal pencatatan data medis.

Dampak Domino dari Data yang Tidak Lengkap

Ketidaklengkapan data rekam medis dapat menimbulkan dampak  dalam sistem pelayanan rumah sakit. Mulai dari kesalahan dalam pengodean diagnosis, gangguan proses klaim, hingga ketidakakuratan laporan kesehatan.

Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa seluruh rekam medis yang diteliti tidak mencantumkan kode external cause, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam kasus cedera. Hal ini menunjukkan bahwa informasi terkait penyebab kejadian sering kali diabaikan dalam pencatatan.

Dampak dari kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga oleh manajemen rumah sakit. Data yang tidak lengkap dapat menyebabkan ketidaksesuaian laporan dan memengaruhi pengambilan keputusan.

Selain itu, ketidaklengkapan data juga berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kepada pasien, karena informasi yang digunakan sebagai dasar tindakan menjadi tidak optimal.

Baca Juga: Perkuat Mutu Pendidikan Kesehatan, Umsida Jadi Rujukan Implementasi STIKES Muhammadiyah Bojonegoro

Perlu Perbaikan Budaya Dokumentasi Medis

Masalah ketidaklengkapan rekam medis tidak bisa diselesaikan hanya dengan perbaikan sistem, tetapi juga membutuhkan perubahan budaya kerja. Tenaga kesehatan perlu menyadari bahwa setiap informasi yang dicatat memiliki dampak besar terhadap keseluruhan layanan.

Dokter sebagai pihak yang pertama kali mencatat diagnosis perlu memastikan bahwa data yang ditulis sudah lengkap dan jelas. Di sisi lain, koder juga harus aktif melakukan konfirmasi jika menemukan data yang kurang lengkap.

Penelitian ini juga menekankan pentingnya pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam pengelolaan rekam medis. Dengan pemahaman yang baik, kesalahan dalam pencatatan dapat diminimalisir.

Pada akhirnya, rekam medis yang lengkap bukan hanya soal administrasi, tetapi juga kunci utama dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang aman, tepat, dan berkualitas.

Sumber: Riset Resta Dwi Y. STrKes MKM & Tim

Penulis: Elfira Armilia

Berita Terkini

33 Mahasiswa D4 MIK Umsida Lulus UKOMNAS 2026 dengan Capaian 100 Persen Kompeten
September 8, 2026By
D4 TLM Umsida Sukses Lalui UKOMNAS 2026
September 7, 2026By
19 Mahasiswa Profesi Bidan Umsida Ikuti OSCE Untuk Perkuat Kompetensi Klinis
August 31, 2026By
Cegah Anemia dan Diabetes, TLM Umsida Edukasi Siswa SDN Kendalsewu
August 18, 2026By
Workshop Kebidanan Umsida Selaraskan Kurikulum dengan Standar ICM 2024
August 13, 2026By
FIKP Umsida dan SMA Muhammadiyah 4 Porong, Perkuat Kesehatan Fisik dan Mental Siswa
August 10, 2026By
Kerja Sama dengan Nufi Sidoarjo Buka Peluang Baru bagi Mahasiswa Psikologi Umsida
August 7, 2026By
FIKP Umsida Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD Taman Bungkul, Surabaya
July 27, 2026By

Prestasi

Raih Best Presenter 1 KILAT 2026, Laboran TLM Umsida Ciptakan AGARUT
September 15, 2026By
Raih Best Presenter 2 KILAT 2026, D4 MIK Umsida Hadirkan Smart Coding Hub
September 14, 2026By
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
August 21, 2026By
Poster Deteksi Persalinan Macet Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 3
August 6, 2026By
Dosen Kebidanan Umsida Raih Juara 2 lewat Poster Kesehatan Mental Remaja
August 5, 2026By
Widi Arti Raih Gelar Doktor lewat Riset Cedera Olahraga Sepatu Roda
August 4, 2026By
Mahasiswa Kebidanan Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional 2026
August 3, 2026By
Prodi D4 TLM Umsida Resmi Jadi Penerima Bantuan PP-PTS Reguler 2026
July 30, 2026By

Opini

Kenapa Psikologi Semakin Dibutuhkan di Tengah Tantangan Kesehatan Mental?
August 26, 2026By
Viral Kasus Daycare Jogja dan Pentingnya Memilih Daycare Aman
June 4, 2026By
Cara Mengatasi Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat di Usia Lanjut
May 24, 2026By
Donor Darah Ternyata Punya Banyak Manfaat, Cek Selengkapnya!
May 19, 2026By
Sulit Tidur hingga Overthinking Jadi Gejala Umum Postpartum Anxiety
May 18, 2026By