Fikes.umsida.ac.id – Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali melaksanakan Ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) (15–16/04/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium OSCE Center Umsida.
Jadi evaluasi keterampilan mahasiswa dalam menghadapi situasi kerja nyata di bidang rekam medis.
OSCE menjadi metode penilaian yang dirancang untuk mengukur kemampuan praktis mahasiswa melalui simulasi kasus yang menyerupai kondisi di fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui ujian ini, mahasiswa tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga kemampuan teknis dan profesionalisme dalam bekerja.
Enam Stase Ujian Uji Keterampilan Praktis Mahasiswa MIK
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa harus melewati enam stase utama dan satu stase istirahat, dengan durasi masing-masing 10 menit. Setiap stase dirancang untuk menguji kompetensi spesifik yang dibutuhkan dalam dunia kerja rekam medis.
Stase yang diujikan meliputi penerimaan pasien, assembling dan analisis, kodifikasi klinis, filling, statistik dan pelayanan kesehatan, serta pelepasan informasi. Melalui tahapan ini, mahasiswa dilatih untuk memahami alur kerja secara menyeluruh.
Tidak hanya keterampilan teknis, mahasiswa juga dituntut menunjukkan kemampuan komunikasi, etika kerja, serta ketelitian dalam menjalankan prosedur.
Salah satu penguji eksternal, Rosita Prananingtias STr Kes MKes, beliau merupakan rekam medik di rumah sakit Universitas Airlangga Surabaya.
mengungkapkan bahwa OSCE menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa.
“Saya sangat senang karena bisa berbagi pengetahuan terkait bagaimana melakukan pendaftaran pasien dengan benar, sehingga mahasiswa siap ketika terjun langsung di dunia kerja,” ujarnya.
Evaluasi Menyeluruh dan Harapan untuk Mahasiswa
Pelaksanaan OSCE MIK dipersiapkan secara matang oleh tim dosen, mulai dari penyusunan soal hingga koordinasi antar penguji dan tenaga pendukung. Seluruh proses dirancang agar berjalan sistematis, objektif, dan sesuai standar.
Sebelum ujian dimulai, mahasiswa juga mendapatkan briefing untuk memahami alur dan teknis pelaksanaan.
Hal ini bertujuan agar peserta lebih siap dan tidak mengalami kebingungan saat ujian berlangsung.
Setelah pelaksanaan, tim penguji melakukan evaluasi menyeluruh untuk menilai hasil ujian sekaligus meningkatkan kualitas metode pembelajaran ke depan.
Rosita juga menyampaikan harapannya bagi mahasiswa setelah mengikuti OSCE.
“Mahasiswa diharapkan dapat terus belajar dan mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat, baik melalui konsultasi dengan dosen maupun praktik langsung saat PKL,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan OSCE yang terstruktur ini, Prodi MIK Umsida menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja kesehatan.






















